Bus AKAP Jadi Pilihan Favorit, Pemudik Padati Terminal Jatijajar Depok

realita.co
Pemudik memadati Terminal Jatijajar Depok saat puncak arus mudik Lebaran 2025, Jumat (28/3/2025). (Foto: Istimewa)

DEPOK (Realita) - Terminal Jatijajar Depok mengalami lonjakan pemudik yang signifikan pada Jumat, 28 Maret 2025, yang diprediksi menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini.

Pemudik dari berbagai daerah mulai berdatangan sejak siang hari dengan membawa barang bawaan dalam koper besar dan kardus yang telah dikemas rapi.

Baca juga: Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas One Way dan Contraflow Km 70-188 Tol Cipali

Antrean panjang pun terlihat di loket tiket, dengan calon penumpang menunggu keberangkatan di ruang tunggu yang sudah penuh sesak.

Sejak sore, Terminal Jatijajar dipadati oleh para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.

Sebagian besar pemudik telah membeli tiket secara online jauh-jauh hari.

Sementara yang lain masih berusaha mendapatkan tiket langsung di loket terminal.

Banyak pemudik yang memilih menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) karena kenyamanan dan efisiensi biaya dibandingkan moda transportasi lainnya.

Baca juga: H-3 Lebaran, Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Ciwandan

Ina (50), seorang pemudik tujuan Malang, mengaku harus mengeluarkan Rp500 ribu untuk tiket bus PO Agra Mas yang sudah dipesan sebulan sebelumnya.

"Perjalanan itu biasanya 15-16 jam, tergantung dengan macet atau tidak. Mudik H-3 karena baru dapat cuti kerja," ungkap Ina.

Sementara itu, Kepala Terminal Jatijajar, Rafik Hidayat, menyebutkan bahwa lonjakan penumpang sudah mulai terasa sejak 20 Maret 2025.

"Sebelumnya, rata-rata jumlah pemudik itu hanya sekitar 300 orang per hari. Tetapi, sejak 20 Maret kemarin itu, terjadi lonjakan hingga 900 orang per hari,” jelas Rafik.

Baca juga: Arus Mudik di Ciwandan Lancar, Pemudik Keluhkan Dugaan Pencemaran Udara

Rafik memperkirakan jumlah pemudik yang berangkat pada puncak arus mudik ini akan jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, Rafik menjelaskan, pihak terminal telah berkoordinasi dengan berbagai perusahaan otobus (PO) agar menyiapkan bus tambahan jika diperlukan.

"Mereka masih melihat situasi, namun pada prinsipnya ya telah siap jika dibutuhkan armada tambahan," kata Rafik. Hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru