Usai Sholat Id, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Sowan ke Gus Ali

realita.co
H. Subandi serta Hj. Mimik Idayana bermaaf-maafan usai Sholat Id. Foto: Diskominfo

SIDOARJO (Realita) - Ribuan jamaah melaksanakan sholat idul fitri di Masjid Agung Sidoarjo, Senin, (31/3).  Pelaksanaannya berlangsung khusyuk.

Bupati Sidoarjo H. Subandi serta Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana melaksanakan sholat di masjid tersebut. Mereka berangkat dari pendopo Delta Wibawa bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Dedyk Wahyu Widodo serta kepala OPD Sidoarjo. Tepat pukul 06.00 WIB, bupati dan wakil bupati Sidoarjo tiba di masjid Agung Sidoarjo. Sholat id dipimpin KH. Abdul Wahid Harun.

Baca juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp3,016 Miliar, Bupati Subandi Pastikan Tepat Sasaran

Selepas sholat id, H. Subandi serta Hj. Mimik Idayana kembali ke pendopo Delta Wibawa untuk bermaaf-maafan dengan seluruh kepala OPD Sidoarjo. Setelah itu langsung menuju Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo. Tujuannya menemui KH. Ali Mashuri.

Kyai yang lebih dikenal dengan nama Gus Ali itu menyambut baik kedatangan Bupati Sidoarjo H. Subandi yang datang bersama istri.

"Mohon maaf yai," kalimat pertama yang dilontar H. Subandi saat mencium tangan kyai kharismatik tersebut.

Baca juga: Ribuan ASN Sidoarjo Teguhkan Komitmen Bangun Daerah pada Apel Akbar 2026

Ucapan yang sama juga dilontarkan satu persatu yang sowan ke Gus Ali. Termasuk wakil bupati serta Dandim 0816 Sidoarjo dan para kepala OPD Sidoarjo. Tidak berapa lama, datang Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing bersama istri. Beberapa obrolan bersama Gus Ali membawa suasana tawa. Bahkan bupati Sidoarjo sempat pamit pulang namun dilarang Gus Ali. Gus Ali minta menunggu sambil meminta untuk mencicipi makanan dan kue yang ada di meja.

"Kesusu ae, incipono panganan iki,"ucapnya mempersilahkan.

Baca juga: Atasi Banjir Secara Terpadu, Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Penataan Kota

Setelah benar-benar mendapatkan ijin pamit, Gus Ali memberikan doanya. Menurutnya doa yang dibacakannya merupakan doa spesial. Doa yang tidak dipunya orang lain kecuali dirinya sendiri. Doa tersebut diperoleh dari KH. Hamid Pasuruan.

"Iki dungo seng tak woco nang Prabowo njaluk dungo pertama mrene, dungo iki gak onok seng duwe,"ujar Gus Ali. (Nit@kbar)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru