Kasus Kematian Remaja saat Latihan Silat, Polres Ponorogo Periksa Pelatih

realita.co
Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto.

PONOROGO (Realita)- Polres Ponorogo terus menyelidiki kasus tewasnya Mandala Putra Priatmaja (17) siswa kelas X SMK Sawoo saat mengikuti latihan pencak silat salah satu perguruan. Terbaru sejumlah saksi diperiksa penyidik Sat-Reskrim terkait kasus ini, Kamis (22/05/2025).

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto mengatakan saat ini pihaknya tengah memeriksa 8 saksi, diantaranya adalah pelatih pencak silat yang diikuti korban.

Baca juga: Anniversary ke-7 Petarung Kehidupan Nusantara, Tegaskan Komitmen Prestasi dan Kepedulian Sosial

" Ada 8 orang saksi yang kita mintai keterangan, termasuk unsur pelatih pencak nya," ujarnya.

Baca juga: SMI Gelar UKT Nasional di Anyer, Ratusan Pesilat Siap Perebutkan Gelar Pendekar

Rudi mengaku pihaknya masih terus mendalami penyebab kematian warga Desa Wonoketro Kecamatan Jetis tersebut. Hal ini untuk mengungkap penyebab pasti kematian Mandala saat berlatih teknik bertarung dengan sesama siswa pencak silat di balai Desa Josari Kecamatan Jetis pada, Selasa (20/05/2025) malam itu.

" Ini masih kita dalami. Makanya kita panggil saksi yang ada saat kejadian untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," akunya.

Baca juga: Ungkap Gratifikasi Proyek, KPK Obok-Obok Rumah Ketua KONI hingga Anggota Dewan

Diketahui sebelumnya, Mandala Putra Priatmaja remaja 17 tewas saat berlatih pencak silat yang dilakukan di balai Desa Josari Kecamatan Jetis. Dari pemeriksaan visum luar jasad korban oleh Tim Forensik RSUD Dr Harjono Ponorogo, petugas menemukan sejumlah luka di jasad korban. Diantaranya lebam di telinga kiri dan luka di kaki. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru