KEDIRI (Realita) - Guna meningkatkan kompetensi pengurus dalam menyusun laporan keuangan berbasis syariah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Koperasi dan UMTK menggelar Bimtek penyusunan laporan keuangan koperasi syariah, bertempat di Ruang Pertemuan Dinkop UMTK, Senin, 26 Mei 2025.
Bimtek penyusunan laporan ini diikuti 20 orang peserta yang merupakan pengurus koperasi syariah binaan Dinkop UMTK serta menghadirkan narasumber dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nay Nau Jasa Utama Malang.
Baca juga: Kota Kediri Promosikan Tenun Ikat dan Pariwisata di Ajang JOGJA TIIT-SMEE EXPO 2025
Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Bambang Priyambodo menjelaskan, diselenggarakannya bimtek ini dilatarbelakangi karena dari 30 koperasi syariah di Kota Kediri masih banyak yang menggunakan pola penyusunan laporan keuangan secara konvensional dan belum berbasis syariah.
Selain itu, koperasi memiliki peran penting dan krusial dalam peningkatan ekonomi nasional sehingga aktivitas operasional koperasi perlu dipertanggungjawabkan dan dilaporkan khususnya pada aspek keuangan.
“Pelaporan keuangan ini tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk informasi yang penting bagi internal maupun eksternal koperasi tersebut,” kata Bambang.
Baca juga: Kota Kediri Tampil di Jogja City Expo 2025, Kenalkan Tenun Ikat dan Potensi Wisata
“Dengan kata lain, koperasi harus dikelola secara professional dan tertib yang didukung dengan SDM di bidang akuntansi yang handal dan terlatih agar penyusunan laporan keuangan koperasi dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Bimtek akan diselenggarakan selama 3 hari, mulai 26 hingga 28 Mei 2025. Adapun fokus bimtek kali ini ialah untuk mengetahui tentang konsep akad (transaksi bisnis dalam Islam) dan penyusunan laporan keuangan koperasi berbasis syariah.
Konsep dan laporan berpedoman pada peraturan perkoperasian yakni Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 2 Tahun 2024 tentang kebijakan akuntansi koperasi.
Baca juga: Mbak Wali Genjot Kinerja BUMD, Tegaskan Inovasi dan Layanan Prima untuk Tingkatkan PAD
“Pada praktiknya, semua kegiatan operasional koperasi tidak ada yang bertentangan dengan prinsip ekonomi islam dan sangat membantu masyarakat. Untuk bimtek hari ini kami berikan penuh materi dan hari berikutnya kita ajak peserta untuk mulai praktik penyusunan laporan keuangan,” jelasnya.
Bambang berharap, seluruh peserta dapat memaksimalkan bimtek ini dengan baik dan menerapkan hasil pelatihan yang telah diperoleh sehingga kemanfaatan kegiatan ini dapat lebih optimal dan dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. (Kyo)
Editor : Redaksi