Ziaul Haq Klarifikasi soal Aksi Naik Meja saat Musorkablub KONI: Pimpinan Rapat Tidak Fair

Caption:
Ziaul Haq (kiri), salah satu calon ketua KONI Kabupaten Malang saat Musorkablub di Gedung DPRD Kabupaten Malang. (Foto: Mohammad/realita.co) 

Judul Berita:
Ziaul Haq Klarifikasi soal Aksi Naik Meja saat Musorkablub KONI: Pimpinan Rapat Tidak Fair

MALANG (Realita)- Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang dalam agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kepanjen, memanas dan menuai sorotan dari sejumlah peserta sidang, pada Sabtu malam (14/02). 

Memanasnya diwarnai salah satu calon ketua KONI Kota Malang, Zia Ulhaq hingga naik meja. Lantaran pimpinan rapat dalam Musorkablub KONI diduga tidak fair dan berat sebelah. 

"Kami naik meja karena pimpinan rapat dalam Musorkablub KONI tidak fair. Pimpinan rapat berat sebelah. Dan itu sudah terindikasi sejak awal," ungkap Zia Ulhaq saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJatim pada Minggu (15/02). 

Lebih jauh, Zia Ulhaq menyampaikan, selama berjalannya sidang, Siswarno Mulyadi terkesan kurang tegas memimpin jalannya Musorkablub. Dan terindikasi menggiring musyawarah agar forum, memilih salah satu calon Ketua KONI yaitu Darmadi secara aklamasi. 

Karena proses pemilihan Ketua KONI dianggap tak lazim dan jauh dari demokrasi itu, pendukung Zia turut interupsi. Akhirnya debat panas tersaji. Suara keras bersahutan.

"Ya kami mohon maaf karena terbawa emosi. Tadinya kami berharap pihak KONI independen. Kami berharap fair play. Tapi kenyataanya, panitia dan pimpinan sidang berat sebelah," tutur Zia. 

Ia mengungkapkan, dengan mengarahkan Cabor memihak salah satu calon, agar terjadi aklamasi adalah tidak bisa dibenarkan dalam jalannya persidangan. 

"KONI menggiring agar terjadi aklamasi, ini yang sangat kami sesalkan. Dalam deadlock setelah insiden saya naik meja, kami minta agar pimpinan sidang (Siswarno Mulyadi MPd-red) diganti. Tapi pak Darmadi tidak bersedia. Sehingga sempat terjadi debat panjang kemarin," tutur Zia. 

Selanjutnya ia menguraikan, pilihan sekelas ketua KONI harusnya dipilih langsung secara tertutup. Dalam musyawarah olahraga, seseorang punya hak untuk memilih dan dipilih, tidak kemudian digiring untuk aklamasi. 

"Saya protes karena pimpinan sidang mengarahkan aklamasi, sementara forum menginginkan pemilihan tertutup. Sehingga saya reflek dan emosi hingga naik meja. Dengan saya naik meja ini, panitia ternyata mendengarkan aspirasi kami. Dan dalam persidangan dinamika naik kursi, naik meja, lempar mic adalah dinamika dalam satu musyawarah," beber Zia. 

Advertorial

Menurutnya, proses musyawarah pemilihan Ketua KONI harusnya dilakukan secara demokratis. Ada bilik suara. Meskipun jumlah pemilih tidak banyak, berapapun keputusan dan hasilnya bisa diterima. 

"Kalau dengan deadlock dan mengarahkan aklamasi ini kan berarti kita belum bermusyawarah. Seandainya pimpinan sidang memahami arti demokrasi, nggak mungkin ada insiden naik meja, teriak teriak. Dari awal panitia di KONI ini memihak sebelah. Itulah yang kami sayangkan. Padahal kita sudah paparkan visi misi, saya sudah menyampaikan program, ternyata mau dianulir dengan aklamasi. Kalau begitu caranya kenapa tidak dari awal saja," tegas Zia. 

Dalam Musorkablub KONI tersebut, akhirnya dilakukan pemilihan dan Darmadi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode 2026–2028 setelah meraih 40 suara, unggul atas rivalnya Zia Ulhaq yang memperoleh 19 suara dalam pemungutan suara yang berlangsung dinamis tersebut. 

Atas terpilihnya Darmadi tersebut, dengan jiwa kesatria Zia Ulhaq langsung legowo dan mengucapkan selamat. 

"Selamat buat pak Darmadi. Mohon maaf pada masyarakat jika kami sempat emosi hingga naik meja. Tapi kami sampaikan sekali lagi, selamat pada pak Darmadi. Mohon maaf apabila kami sempat emosi hingga naik meja," terangnya. 

Sebagai informasi, Ketua KONI terpilih Darmadi saat ini masih menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan. Sementara Zia Ulhaq, menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang. Zia juga merangkap sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD setempat. 

Musorkablub terjadi usai Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosyidin, mengundurkan diri pada akhir Desember 2025 lalu. Penyebabnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, kini mengobok-obok Dana Hibah KONI senilai miliaran rupiah pada tahun anggaran 2022-2023. 

Lebih dari 84 pengurus KONI dan seluruh Cabor di Kabupaten Malang, diperiksa Kejaksaan sebagai saksi. Kantor Dispora Kabupaten Malang juga turut digeledah Kejaksaan. Belum ada penetapan tersangka. Dugaan kerugian keuangan negara, masih di telaah. 

Musyawarah Olahraga Luar Biasa KONI Kabupaten Malang itu, di hadiri seluruh pengurus KONI dan 69 cabang olahraga. Rapat tersebut, di pimpin oleh Siswarno Mulyadi MPd. Dalam kepengurusan KONI, Mulyadi menjabat Wakil Ketua 2. (Mad)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Menyalip, Pemotor Adu Banteng dengan Truk

PALANGKARAYA (Realita)- Personel piket Polsek Sabangau Polresta Palangka Raya bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas di …