Pendaftaran Program Barak Militer di Depok Diminati, Kuota Naik Dua Kali Lipat

realita.co
Dedi Mulyadi bersama siswa yang dididik di barak. Foto: Instagram.com/@dedimulyadi71)

DEPOK (Realita) - Program Barak Militer untuk remaja di Kota Depok mencatat animo luar biasa.

Hingga Senin siang (26/5/2025), sebanyak 285 remaja usia 13–15 tahun telah didaftarkan oleh orang tua mereka untuk mengikuti program pendidikan semi-militer tersebut.

Baca juga: 90 Pelajar Depok Diberangkatkan ke Barak Militer, Orang Tua Lepas dengan Penuh Haru

Jumlah ini jauh melampaui kuota awal 50 peserta yang disiapkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok.

Sehingga panitia akhirnya memutuskan untuk menambah kuota menjadi 100 orang.

Meski sudah ditambah, jumlah pendaftar tetap melebihi kapasitas yang disediakan.

Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi terhadap program ini.

“Ya karena kita memang membuka link pendaftaran di Bit.ly dan ini disosialisasikan. Dari input yang masuk, feedback-nya memang per jam 12 siang tadi sudah 285 anak,” ujar Lienda.

Lienda menjelaskan, program ini dibuka untuk usia 13 hingga 15 tahun dan khusus orang tua yang mendaftarkan anaknya.

Setelah itu, akan dilakukan proses seleksi ketat untuk menentukan siapa saja yang layak ikut.

“Sesuai dengan arahan dari Pak Wali, memang orang tua yang diberikan kesempatan untuk mendaftarkan anaknya. Namun nanti akan dilakukan screening lagi,” tambah Lienda.

Lienda menerangkan, peserta terpilih akan mengikuti pelatihan selama dua pekan, yang mencakup pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga wawasan kebangsaan.

Materi akan disampaikan oleh TNI, Dinas Pendidikan Kota Depok, serta DP3AP2KB untuk sesi konseling.

Beberapa materi utama meliputi disiplin dan sikap perilaku, mental rohani dan ibadah sesuai agama, ideologi Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa.

Kemudian, wawasan kebangsaan dan kejuangan, hingga konseling dan penguatan psikologis.

“Jadi materi pembelajaran sekolah juga ada di setiap harinya. Kami kerja sama dengan Disdik dan untuk konseling dengan DP3AP2KB,” jelas Lienda.

Saat ini, kata Lienda, ada dua lokasi yang sedang dikaji untuk pelaksanaan program ini, yaitu Markas Batalyon Perhubungan Angkatan Darat (Yonhub AD) Jatijajar dan Batalyon 328 Kostrad, Cilodong.

Namun demikian, keputusan final akan menyesuaikan dinamika dan kesiapan tempat.

“Awalnya di Yonhub, tapi kita juga sedang menjajaki di Batalyon 328 Kostrad Cilodong,” ungkap Lienda.

Sementara itu, Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Imam Widhiarto, menyampaikan bahwa pelatihan ini akan berada di bawah pembinaan Kodim, bukan semata-mata oleh batalyon.

“Kalau kewilayahan seperti Kodim, itu memang tugasnya menyiapkan potensi wilayah pertahanan. Jadi Babinsa itu memang berinteraksi langsung dengan masyarakat, RT/RW,” jelas Dandim. Hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru