CILEGON (Realita) — Sebuah video berdurasi 23 detik beredar luas di jaringan WhatsApp, memperlihatkan insiden kecelakaan lalu lintas. Dalam video tersebut, terdengar suara seseorang yang menyatakan bahwa korban tidak dianggap mengalami kecelakaan lalu lintas, meskipun banyak saksi mata di lokasi.
"Ini plat A tuh ban nya bocor , ini korbannya dibilang bukan laka lantas, ini 119 gimana dibilang nya bukan laka lantas dibilang bukan laka lantas saksi banyak noh, kalau ga lagi ganti dinamo ga ngarepin 119".kata suara dalam isi Video.
Video itu pun menimbulkan pertanyaan publik terkait respons tim medis dari layanan gawat darurat 119. Menanggapi hal tersebut, Kepala 119 Kota Cilegon, Burhan, memberikan klarifikasi resmi.
"Kami mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan. Atas nama pelayanan kesehatan Kota Cilegon, khususnya tim 119, saya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kami dalam merespons kejadian tersebut," ujar Burhan, Sabtu (31/5/025) Malam.
Menurutnya, keterlambatan yang terjadi bukan karena tim tidak ingin melayani, melainkan karena keterbatasan sumber daya manusia yang saat ini hanya melayani seluruh wilayah Kota Cilegon.
"Saat itu, petugas kami sedang dalam perjalanan ke lokasi setelah menerima laporan. Namun, di tengah jalan, kami mendapat informasi bahwa korban telah ditangani oleh relawan kesehatan, sehingga kami diminta untuk tidak datang ke lokasi," jelasnya.
Burhan menegaskan bahwa tim 119 tetap aktif melayani masyarakat selama 24 jam penuh.
"Kami tidak pernah berniat mengabaikan laporan masyarakat. Kami selalu berupaya hadir secepat mungkin, namun kami juga harus memverifikasi setiap laporan, karena tidak jarang kami menerima laporan palsu atau prank," tambahnya.
Dari informasi yang diperoleh, call center 119 maupun layanan WhatsApp selalu aktif. Dalam setiap laporan masuk, petugas akan menanyakan identitas dan keberadaan pelapor untuk memastikan keabsahan informasi. Sayangnya, dalam beberapa kasus, pelapor justru menunjukkan sikap tidak kooperatif, bahkan marah saat dimintai klarifikasi.
"Kami mohon kepada masyarakat agar menggunakan layanan gawat darurat dengan bijak. Jangan mempermainkan saluran darurat karena itu bisa menghambat penanganan korban yang benar-benar membutuhkan bantuan segera," tutup Burhan.fauzi
Editor : Redaksi