JAKARTA (Realita) - Pasukan Israel menembak mati sedikitnya 25 warga Palestina di dekat titik distribusi bantuan yang didirikan Israel di wilayah tengah Jalur Gaza tengah pada Rabu (11/6), menurut sejumlah sumber.
Beberapa saksi mata di lokasi juga membenarkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan secara intens ke arah kerumunan warga yang sedang antre untuk mendapatkan bantuan di sekitar Koridor Netzarim di selatan Kota Gaza.
Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Solid Dukung Indonesia Masuk Board of Peace
Sehari sebelumnya, kantor media otoritas Gaza melaporkan bahwa lebih dari 160 warga Palestina telah tewas saat berusaha mendapatkan bantuan dari titik-titik distribusi yang didukung Israel sejak mekanisme tersebut diluncurkan pada 27 Mei.
Mekanisme bantuan tersebut menuai penolakan dan kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk PBB.
Baca juga: Mbak Wali Terima Kunjungan Dubes Palestina, Tegaskan Komitmen Perdamaian dan Moderasi Beragama
Sementara itu, empat warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menyasar sebuah tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.
Sejak Oktober 2023, Israel terus melancarkan serangan besar-besaran di Gaza, meski menghadapi desakan global untuk gencatan senjata. Hingga kini, hampir 55.000 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Inggris, Australia dan Kanada Resmi Akui Negara Palestina
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresi militernya di wilayah kantong Palestina itu.rin
Editor : Redaksi