DEPOK (Realita)-Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Depok, Amri Syarifuddin sekaligus pelatih melakukan seleksi atlet untuk menghadapi Kejuaraan Piala Menpora 2025 yang akan digelar pada 21–26 Juni mendatang di Jakarta.
Ajang ini menjadi salah satu momen tolak ukur penting sekaligus menjadi ajang seleksi nasional (seleknas) atlet menuju pelatnas SEA GAMES 2025 di Thailand.
Amri Syarifuddin mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima undangan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
"Saat ini ada lima atlet, proses seleksi atlet sudah dilakukan untuk menentukan nama-nama terbaik yang akan mewakili Kota Depok di olahraga sepak takraw," ujar Amri kepada wartawan usai audensi dengan Ketum Koni Kota Depok, Kamis (19/6/2025).
Ajang di Kejuaraan Piala Menpora, juga menjadi ajang Seleknas untuk persiapan SEA GAMES 2025 dan PORPROV 2026," tambahnya.
Amri menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan lima atlet terbaik untuk sepak takraw yang akan bertarung di kejuaraan tersebut. Ia berharap, seperti tradisi sebelumnya, ada atlet asal Kota Depok yang kembali terpilih menghuni skuad Pelatnas.
"Semoga kita bisa meneruskan tradisi yang selama ini ada, dimana selalu ada atlet Depok di Pelatnas," harapnya.
Meskipun secara keseluruhan prestasi sepak takraw mengalami penurunan, terbukti dari kegagalan meraih medali emas di ajang PON, Amri tetap optimistis. Ia juga menyebut, masih ada sejumlah atlet Depok yang memiliki kualitas individu yang unggul dan layak bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Secara umum memang kita optimistis, tapi secara pribadi, atlet kami yang terpilih layak menjadi juara dan terpilih ke Pelatnas,” ungkapnya.
Kejuaraan Piala Menpora 2025 menjadi panggung penting untuk membuktikan kualitas para atlet-atlet dari daerah, termasuk dari Depok, sekaligus memperkuat peluang tampil di pesta olahraga Asia Tenggara yang akan datang.
Terpisah, Ketua Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto menerangkan, kedatangan Ketua PSTI Kota Depok ke kantornya untuk meminta audensi dan dukungan secara formil dalam perhelatan nantinya.
"Hari ini, audensi pengurus, pelatih dan atlet PSTI Kota Depok dan kebetulan agendanya persiapan pemberangkatan mereka dalam Kejurnas dan Seleknas Sea Games dan Asean Games di Piala Menpora. Bahwa memang, pembinaan PSTI Kota Depok cukup bagus dan bisa bersaing di tingkat nasional, walaupun nanti kita lihat dulu, seperti apa hasilnya," terang Herry.
Ia menjelaskan, dari pemanggilan itu sudah memperlihatkan bahwa PSTI bisa berprestasi dan kita juga berharap mereka bisa lolos, karena keuntungan juga buat Kota Depok.
"Kebetulan juga, kita sedang mempersiapkan sebagai tuan rumah untuk melaksanakan PORPROV 2026 nanti, yang artinya, atlet yang masuk didalam Pelatnas SEA GAMES dan ASEAN GAMES itu akan berlatih rutin dan hal itu kita juga di untungkan," katanya.
Dilatih dengan pelatih dengan kapasitas yang baik dan mengangkat prestasi di jenjang internasional," bebernya.
Ini sangat menggairahkan. Saya berharap, dengan prestasi tersebut bisa memberikan motivasi atlet-atlet yang lain," tambahnya.
"Yang jelas pada kemarin juga ada cabang Akrido, atlet kita tiga-tiganya mendapatkan emas," jelasnya.
Herry berharap, dalam kejuaraan tersebut memberikan dampak positif bagi para atlet dan ini juga menjadi tolak ukur bagi kami untuk melihat kemampuan para atlet ketika perkembangannya dan persiapan mereka untuk di kejuaraan PORPROV nantinya.
Disinggung suport apa yang diberikan KONI Depok bagi para atlet dalam kejuaraan Piala Menpora nantinya, Ketua Umum KONI Depok menjelaskan secara rinci, ini untuk semua cabang olahraga yang ada di Kota Depok dan terdiri dari 42 Cabang Olahraga.
"Tentu perlakuannya tidak selalu sama, karena mereka ada yang berprestasi dan ada juga masih belum berprestasi, ada yang baru membangun artinya, perhatian kita mengikuti dengan kondisi mereka (atlet)," ucapnya.
Dan KONI Depok membuat empat cluster bagi para atlet seperti, unggulan 1, 2, 3 dan 4. Dari setiap unggulan itu perlakuannya berbeda-beda, baik dari segi anggaran pun berbeda.
"Setiap cabang olahraga memahami itu, parameternya dari pembinaannya harus bagus bagi si atlet, dan prestasinya harus bagus, baik segi organisasi juga harus bagus. Clusterisasi ini bertujuan untuk motivasi bagi para atlet dan pelatih untuk memacu agar masuk dalam cluster satu, dan mereka berhak mendapatkan uang pembinaan," ulasnya.
Herry juga menerangkan, terhadap para atlet dan pelatih, kita punya program unggulan dari masukan dari setiap cabang olahraga, dan itupun kami verifikasi untuk masuk dalam kejuaraan PORPROV dan yang di verifikasi hanya 180 atlet. Karena keterbatasan anggaran juga dan yang terpenting mereka bisa berprestasi karena jelas dari parameternya, dan di lihat dari prestasi sebelum-sebelumnya, dan kita juga menganalisa si atlet tersebut.
"Intinya KONI Depok untuk perhatian ke atlet cukup maximal, intinya mereka fokus saja untuk berlaga di kejuaraan. Dan kami juga memberikan akomodasi ketika kejuaraan nanti, baik dari uang saku, penginapan, transportasi hingga uang harian mereka," imbuhnya.
Ia juga menambahkan, jika mereka berprestasi, ini untuk mereka pribadi, keluarga dan disisi lain, juga mengharumkan Kota Depok dan terlebih kehidupan sosialnya mereka meningkat," tandasnya.
KONI Depok berharap, atlet Kota Depok dapat naik podium baik 1, 2 dan 3. Minimal atletnya bisa berprestasi di tingkat provinsi atau nasional, syukur-syukur internasional.
Ia juga menjelaskan, bahwa KONI Depok selaku kepanjangtanganan pemerintah untuk mendorong atlet-atletnya menjadi lebih berprestasi.
"Harapan saya mereka naik podium satu, dalam setiap cabang," tutupnya.(tom)
Editor : Redaksi