JAKARTA (Realita)- Kelompok Perlindungan Global (Global Protection Cluster) yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis sebuah analisis, pada Selasa 15 Juli 2025 waktu setempat, yang didalamnya menyebut bahwa tidak ada ruang aman di Gaza. Dalam lebih kurang 21 bulan, serangan Israel yang intens di sejumlah wilayah di Gaza juga telah menghancurkan lingkungan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan para lanjut usia.
Agresi Israel yang terus berlanjut telah menewaskan lebih dari 58.000 warga Palestina. Sementara, lebih dari 137.887 orang lainnya terluka, anak-anak dan perempuan menanggung beban penderitaan yang tidak proporsional.
Baca juga: 30 Lebih Warga Gaza Tewas Ditembak saat Cari Bantuan Makanan, Kekejian Israel Berlanjut
Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Rabu 16 Juli 2025, memperingatkan bahwa perang di Gaza telah meningkat melampaui apa yang disebut sebagai bencana kemanusiaan.
Dalam lebih kurang 21 bulan, serangan Israel yang intens di sejumlah wilayah di Gaza juga telah menghancurkan lingkungan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan para lanjut usia.
Baca juga: 580 Bayi Prematur di Gaza Berisiko Meninggal
Agresi Israel yang terus berlanjut telah menewaskan lebih dari 58.000 warga Palestina. Lebih dari 137.887 orang lainnya terluka, anak-anak dan perempuan menanggung beban penderitaan yang tidak proporsional.
Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Rabu 16 Juli 2025, memperingatkan bahwa perang di Gaza telah meningkat melampaui apa yang disebut sebagai bencana kemanusiaan.
Baca juga: Sebut Ladang Pembantaian, Tentara Israel Akui Sengaja Bunuhi Warga Palestina yang Cari Bantuan
Philippe Lazzarini menggambarkannya sebagai ancaman mendasar bagi tatanan internasional berbasis aturan dan mendesak tindakan segera oleh negara-negara.rin
Editor : Redaksi