Pesantren Raudlatul Ulum Kapedi Dirikan Koperasi, Terima Hibah Rp50 Juta dari PR Nurus Shobah

realita.co
Penyaluran Hibah dari PR. Nurus Shobah kepada Kopontren Raudlatul Ulum Kapedi.

SUMENEP (Realita)– Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kapedi, Kecamatan Bluto, Sumenep, resmi membentuk koperasi pondok pesantren (kopontren) sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesantren.

Acara peresmian kopontren ini digelar pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di lingkungan pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, PR. Nurus Shobah yang berlokasi di Desa Kapedi memberikan hibah uang tunai sebesar Rp50 juta untuk mendukung operasional awal kopontren.

Bantuan diserahkan oleh H. Fuad Azizi melalui Manajer PR. Nurus Shobah, H. Lukman Hakim, kepada Ketua Kopontren K. Akhmad Mufti Adlan.

“Kami berharap dana hibah ini bisa dikelola dengan baik untuk memperkuat pondasi ekonomi pesantren. Ini bentuk komitmen kami terhadap penguatan lembaga keagamaan dan masyarakat sekitar,” ujar H. Lukman.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Hairil Iskandar, yang hadir mewakili Kepala Dinas. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan koperasi berbasis pesantren.

Selain memberikan bantuan hibah, PR. Nurus Shobah juga diketahui memberangkatkan puluhan karyawannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap loyalitas karyawan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ar-Raudhah, Lora Hanif Zayyadi, menyampaikan bahwa pendirian kopontren ini merupakan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi pesantren.

“Ini bukan sekadar koperasi, tetapi upaya bersama untuk memperkuat kemandirian pondok pesantren dan membuka ruang partisipasi ekonomi bagi seluruh elemen di lingkungan pesantren, termasuk masyarakat sekitar,” tegas Lora Hanif.

Dengan pendirian koperasi ini, Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kapedi berharap mampu menciptakan sistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi santri dan lingkungan sekitar.

“Semoga koperasi ini menjadi pintu awal tumbuhnya semangat wirausaha di kalangan santri dan menjadi model ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi pesantren di masa depan,” ujarnya, memungkasi. (haz)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru