Dampak Rencana Demo DPRD, Sekolah di Ponorogo Diliburkan

realita.co
MTSN 6 Ponorogo yang ada di Kecamatan Sampung. Foto: Dok Zainul

PONOROGO (Realita)- Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar mahasiswa dan aliansi masyarakat di DPRD Ponorogo, Senin (01/09/2025) besok, membuat lembaga pendidikan di Ponorogo memilih meliburkan siswanya.

Seperti yang terjadi di beberapa sekolah negeri di Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo misalnya, pihak sekolah memilih untuk melakukan pelajaran secara daring terhitung mulai 1 hingga 4 September mendatang. Kondisi ini terjadi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS) 6 Ponorogo dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ponorogo yang ada di Desa/Kecamatan Sampung.

Baca juga: Influencer Laras Faizati Tersangka dan Langsung Ditahan

Kebijakan ini diambil mengingat kerusuhan disertain aksi penjarahan saat demonstrasi marak terjadi di Indonesia termasuk beberapa kota di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Salah satu guru MIN 1 Ponorogo Sofia Danish mengatakan, kebijakan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar ( KBM) di sekolah sebagai tindak lanjut dari instruksi Kantor Wilayah ( Kanwil) Kemenag Jatim.


“ Hari Senin hingga Kamis depan anak-anak belajar dari rumah ( daring). Mengingat kondisi dan situasi yang berkembang saat ini,” ujarnya, Minggu (31/08/2025).


Shofia menambahkan, kendati demikian para Guru dan staf sekolah tetap diwajibkan masuk kerja, namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan, mereka diinstruksikan untuk berangkat ke sekolah tidak menggunakan atribut dan seragam ASN atau kendaraan ber plat merah.

Baca juga: Gelar Aksi Damai, Mahasiswa Ponorogo Bawa 7 Tuntutan untuk DPRD

“ Bapak/ ibu guru tetap masuk namun dengan berbaju rapi atau batik tanpa mengenakan atribut kepegawaian dan kendaraan ber plat merah,” tambahnya.

Senada dengan Shofia, salah satu guru MTSN 6 Ponorogo, Yeni Margawati mengaku kendati daring namun siswa tetap diberikan tugas dan akan rutin dinilai orang tuan. Tak hanya itu para orang tua diminta untuk lebih ketat mengawasi anaknya, agar tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

“Orang tua diminta untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak ikut dalam unjuk rasa, termasuk mengapload vidio atau gambar bernada provokasi di sosial media,” tekannya.

Baca juga: Kades Junrejo Tegaskan Kota Batu Tetap Kondusif

Yeni berharap kondisi ini bisa segera normal kembali sehingga siswa-siswi nya bisa kembali ke sekolah lagi

“ Kami berharap kondisi tanah air bisa kondusif lagi agar anak-anak bisa belajar di sekolah dengan normal lagi, terlebih sebentar lagi anak-anak akan melaksanakan ujian tengah semester,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru