DPUPR Kota Batu Kerjakan 10 Paket Revitalisasi Saran Prasarana

realita.co
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu kerjakan saluran drainase dan pedestarian di Jl Agus Salim Kota Batu.

BATU (Realita)- Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) cq Bidang Bina Marga di tahun 2025 ini fokus dengan beberapa pekerjaan revitalisasi pedestarian sekaligus menata kembali saluran drainase yang ada di wilayah Kota Batu.

Ada 10 lokasi yang dikerjakan diantaranya di Jalan, Soekarno, Dewi Sartika, Sultan Agung, Agus Salim, Trunojoyo, Brantas, Gajah Mada, Kawi, Sultan Hasan Halim dan Patimura.

Baca juga: Dinkes Kota Batu Penyakit TBC Jadi Perhatian Serius di HKN ke-61

Sedangkan target pengerjaan dari 10 lokasi tersebut di atas direncanakan selesai kurang lebih 120 hari dengan total anggaran dari 10 paket pengerjaan akan menghabiskan sekitar Rp.22,3 Miliar.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan kepada awak media melalui telp selulernya. Rabu (10/9/2025)

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan menjelaskan, tujuan dari revitalisasi beberapa pekerjaan baik itu saran dan prasarana yang ada di Kota Batu sebagai Kota pariwisata, agar terlihat semakin cantik dan memberikan rasa aman, nyaman bagi wisatawan serta masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Batu dan Kajari Batu Teken Kerja Sama Pidana Kerja Sosial

" Untuk spek pekerjaan sama seperti tahun sebelumnya yaitu memasang drainase dengan u ditch/ box cukvert sesuai dengan ukuran masing-masing lokasi dan pengerjaan pedestarian dengan menggunakan stamp concrete," terang Eko Setiawan.

Eko Setiawan mengungkapkan untuk revitalisasai pengerjaan saluran drainase bertujuan agar air bisa mengalir dengan lancar sehingga dapat mereduce antrian air dipermukaan jalan ketika musim hujan tiba.

Baca juga: Wali Kota Batu Serahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 1.233 Pegawai

" Sedangkan pengerjaan pedestarian di wilayah Kota Batu di maksudkan agar kenyamanan pejalanan kaki semakin tinggi sehingga orang dengan leluasa bisa menikmati udara dan kenyamanan suasana di Kota Batu," harapnya.

Selain itu Eko Setiawan menambahkan, dengan pedestarian yang semakin mempercantik wajah Kota Batu sebagai barometer wisata di Jawa Timur. Manfaat lain dari pedestarian yang semakin nyaman yaitu penggunaan kendaraan dapat diturunkan sehingga bisa mengurangi polusi udara.ton

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru