Haul Raja-Raja se-Madura di Sumenep, Napak Tilas Sejarah dan Warisan Peradaban Leluhur

realita.co
Bupati Fauzi dan jajaran Forkopimda, Kiai dan Habaib melantunkan shalawat di acara Haul Raja-raja se-Madura. Foto: Hazmi

SUMENEP (Realita) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Haul Raja-Raja se-Madura di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Lantik 5.224 PPPK Paruh Waktu, Bupati Sumenep Harap Layanan Publik Makin Kuat hingga Desa dan Kepulauan

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kiai, habaib, keluarga keturunan raja, dan ratusan masyarakat. Doa bersama dan refleksi sejarah menjadi bagian dari rangkaian acara yang penuh makna itu.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Haul Raja-Raja se-Madura tidak sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk meneladani perjuangan, kebijaksanaan, dan nilai luhur para raja yang pernah memimpin di tanah Madura.

“Haul ini bukan hanya untuk mengenang jasa para raja, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan,” ujar Fauzi.

Ia menuturkan, keberadaan Kabupaten Sumenep yang kini terus berkembang tidak terlepas dari jasa dan doa para pendahulu. Para raja Madura, khususnya di Sumenep, telah meletakkan dasar kuat bagi pemerintahan, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, semangat religiusitas, gotong royong, serta kebudayaan yang diwariskan para leluhur harus tetap dijaga dan dihidupkan dalam kehidupan modern saat ini.

Baca juga: Bupati Sumenep Salurkan Tunjangan Kehormatan untuk 1.225 Guru Ngaji

“Kerukunan dan persaudaraan antarmasyarakat Madura harus terus dipelihara. Walau berbeda wilayah administratif, secara budaya dan sejarah kita berasal dari akar yang sama,” tuturnya.

Fauzi menambahkan, kegiatan haul ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran sejarah masyarakat, terutama generasi muda. Dengan memahami sejarah daerah, kata dia, masyarakat akan semakin mencintai tanah kelahirannya.

“Nilai-nilai keislaman dan budaya lokal perlu dijadikan pedoman hidup dalam membangun Sumenep yang berkeadaban, religius, dan berkemajuan,” katanya.

Baca juga: Bupati Sumenep Apresiasi Penetapan Syaikhona Kholil dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional

Ia juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan dan kepemimpinan para raja Madura dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan masa kini.

“Sebagai penerus, kita perlu meneladani kearifan dan kebijaksanaan para leluhur yang telah membangun fondasi pemerintahan dan peradaban di Madura,” ujar Fauzi.

Haul Raja-Raja se-Madura menjadi penegasan bahwa nilai-nilai luhur dan sejarah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber inspirasi bagi masyarakat Madura untuk menatap masa depan dengan jati diri yang kokoh. (haz)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru