RUTENG MANGGARAI NTT (Realita)- Sekolah menengah pertama katolik (SMPK) Santu Antonius Ruteng kabupaten Manggarai provinsi Nusa tenggara timur melaksanakan Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) selama 2 hari.
Asesmen nasional ini adalah sebuah program kementerian pendidikan RI untuk menilai mutu satuan lembaga pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui hasil belajar murid yang berdasar pada literasi, numerasi dan karakter serta kualitas belajar mengajar dan iklim satuan lembaga pendidikan yang mendukung pembelajaran.
Baca juga: TBM Pustaka Gema Ilmu Resmi Dibuka di Kebonagung, Dorong Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Untuk jenjang pendidikan, ANBK diselenggarakan untuk peserta didik kelas 2. Demikian halnya di SMP Santu Antonius.
Sebanyak 45 siswa kelas 2 sekolah tersebut mengikuti ANBK yang diselenggarakan di ruang ANBK SMPK Santu Antonius itu sendiri.
Pelaksanaan ANBK tersebut dibagi dalam tiga sesi dan setiap sesinya diikuti 15 orang peserta. Hal itu disebabkan karena keterbatasan jumlah komputer yang hanya berjumlah 15 unit, jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah peserta ANBK.
Meski demikian, para siswa terlihat begitu antusias mengikuti ANBK tersebut. Mereka senang dan dengan sabar menunggu giliran mereka. Tidak hanya murid, para guru juga terlihat semangat mengawasi anak didik mereka.
Diwawancarai di sela pelaksanaan ANBK tersebut, kepala SMPK Santu Antonius Sofia Koni, S.Pd mengatakan bahwa asesmen nasional yang dilakukan adalah Literasi dan Numerasi.
Dirinya merincikan, Asesmen literasi dilakukan hari pertama penyelenggaraan ANBK tersebut yaitu Senin 4 Oktober 2021. sedangkan asesmen numerasi dilaksanakan hari kedua yakni pada Selasa (5/10/2021).
Baca juga: SD-SMP di Surabaya Buka Posko Layanan PPDB, Dispendik: Permudah Peserta Didik Akses PPDB Online
Sofi mengaku bangga bisa melaksanakan ANBK tersebut meskipun dalam kondisi keterbatasan fasilitas komputer.
Dirinya meyakini ANBK tersebut akan membawa dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya itu.
Dampak positif yang diharapkan Sofi lebih utama soal peningkatan kualitas literasi dan numerasi di samping dampak positif lainnya. Dirinya berharap agar dampak positif itu tidak hanya terjadi bagi para murid tetapi juga bagi guru terutama soal cara mengajar dan mendidik peserta didik yang baik dan benar.
Mengantisipasi gangguan jaringan internet selama pelaksanaan ANBK tersebut Sofi mengaku menggunakan dua jaringan internet sekaligus yaitu Telkomsel dan XL.
Baca juga: Asah Keberanian Siswa, TK ABA 01 dan KB Mentari Batu Gelar Pameran Creative Action
Pelaksanaan ANBK SMP Santu Antonius terpantau berjalan lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan.
SMPK St. Antonius berada di bawah Yayasan Indonesia timur. Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Tuwa kelurahan Pitak kecamatan Langke rembong.PaulNabang
Editor : Redaksi