Yayasan Wanacatra Ungkap SPPG Banyudono Ponorogo Dua Kali Di-Rollback Prosesnya

realita.co
Dinas Kesehatan Ponorogo saat melakukan sidak bersama korwil SPPG Ponorogo di SPPG Banyudono. 

PONOROGO (Realita)- Polemik keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyudono yang berlokasi di kawasan eks Pasar Lanang, Ponorogo, tepat di bawah kandang burung walet, akhirnya mendapat tanggapan dari Yayasan Wanacatra Indonesia.

Yayasan Wanacatra Indonesia merupakan lembaga resmi yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menaungi operasional SPPG Banyudono. Pihak yayasan mengakui telah memberikan peringatan sejak awal kepada mitra atau pemilik SPPG, Devita, terkait ketidaksesuaian lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Pengurus Yayasan Wanacatra Indonesia, Sunarsih, mengungkapkan bahwa sejak tahap pengajuan, lokasi SPPG Banyudono telah beberapa kali mendapat catatan serius dari pihak terkait. Bahkan, proses pengajuan sempat mengalami rollback atau peninjauan ulang sebanyak dua kali.

“Terus ternyata lho kok enek anune walete terus bak e kenceng, terus akhirnya waktu itu sempat rollback ya. Dari rollback itu kita berusaha katanya dia janji nanti dihilangkan, dipindah bla bla bla dan sebagainya,” ujar Sunarsih, Kamis (05/02/2026).

Sunarsih menjelaskan, rollback tersebut dilakukan oleh Badan Gizi Nasional bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) selaku pelaksana program MBG, lantaran lokasi dapur berada tepat di bawah kandang burung walet yang dinilai berisiko terhadap standar sanitasi dan keamanan pangan.

Ia menambahkan, setelah status SPPG Banyudono meningkat dari tahap verifikasi ke persiapan pembangunan, lokasi tersebut kembali mendapat catatan saat dilakukan pengecekan langsung oleh pendamping SPPI.

“Awalnya kan sudah dibangun dari verifikasi ke persiapan itu kan sudah ada RAB dari BGN juga. Tau-tau ya setelah ada pendampingan dari SPPI itu rollback gitu lho. Rollback mungkin penilaian dari SPPI beda,” ungkapnya.

Menurut Sunarsih, pihak yayasan sempat berupaya agar status SPPG tidak kembali ke tahap sebelumnya, terlebih setelah mitra meminta bantuan agar proses bisa dilanjutkan.

“Akhirnya kita usahakan piye carane biar ndak rollback kembali ke persiapan lagi. Kita yang usahakan gitu. Dia (mitra.red) nangis minta tolong gitu, piye carane ben kembali ke persiapan kan gitu. Lah akhirnya kita juga karena kasihan lah ya wis, sama Yayasan diuruskan,” tuturnya.

Namun demikian, upaya tersebut tetap harus melalui pemenuhan berbagai persyaratan yang ditetapkan.

“Terus diuruskan ternyata ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi gitu lho, banyak,” lanjut Sunarsih.

Lebih jauh, Sunarsih menegaskan bahwa meski SPPG Banyudono telah mengantongi Surat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, pihak yayasan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan dan kondisi lingkungan sekitar.

Ia menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan penurunan kualitas makanan atau risiko kesehatan akibat faktor lingkungan, Yayasan Wanacatra tidak akan ragu mengambil langkah tegas.

“Ya pastinya gitu. Kita juga punya hak untuk bersurat ke BGN itu, untuk memberhentikan, keuangannya distop sementara dihentikan. Gitu kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sampai terjadi mungkin ditemukan apa gitu,” tegasnya.znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru