MALANG – DPRD Kota Malang menerima aspirasi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang menolak rencana pertandingan derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya digelar di Malang Raya.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (20/4/2026). Sejumlah keluarga korban yang tergabung dalam Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan hadir untuk menyuarakan penolakan sekaligus menyampaikan trauma yang hingga kini masih dirasakan.
Baca juga: DPRD Kota Malang Minta Pasar Murah Ramadan Digelar hingga Kelurahan
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, yang menerima langsung audiensi tersebut mengatakan, pihaknya menghormati seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya keluarga korban.
“Aspirasi ini akan kami teruskan ke pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi untuk dibahas lebih lanjut. Secara pribadi kami memahami kekhawatiran yang disampaikan,” ujar Trio.
Sekretaris Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, Khalifatul Nur, menegaskan bahwa penolakan didasari pertimbangan keselamatan dan kondisi psikologis keluarga korban yang belum pulih.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Trauma itu masih ada hingga sekarang. Demi keselamatan bersama, kami berharap pertandingan ini tidak digelar di Malang,” tegasnya.
Baca juga: Ramadan Momentum Pendidikan Karakter, DPRD Kota Malang Soroti Integritas Aparatur
Ia juga menilai, potensi gesekan antar suporter masih cukup tinggi, sehingga pertandingan dengan tensi besar seperti Arema kontra Persebaya berisiko memicu konflik jika tetap dilaksanakan di wilayah Malang.
Menanggapi hal tersebut, Trio menjelaskan bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan penuh dalam menentukan pelaksanaan pertandingan. Keputusan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, penyelenggara kompetisi, serta pemerintah daerah terkait lokasi stadion.
Baca juga: DPRD Kota Malang Soroti Tekanan Urban, RKPD 2027 Diminta Lebih Tajam dan Adaptif
Meski demikian, ia mengakui bahwa laga derby tersebut memiliki tingkat risiko tinggi, baik dari sisi keamanan maupun kesiapan infrastruktur stadion.
“Ini bukan persoalan sederhana. Banyak pihak yang terlibat dan harus dipertimbangkan secara matang. DPRD akan berhati-hati dalam menyikapi dan mengkaji seluruh masukan yang ada,” pungkasnya. (mad)
Editor : Redaksi