BOJONEGORO (Realita) – Menjelang pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026, Kodim 0813 Bojonegoro mematangkan seluruh persiapan dengan menggelar gladi upacara di Lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan prosesi pembukaan berlangsung lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana.
Gladi tersebut diikuti personel Kodim 0813 Bojonegoro bersama Satgas TMMD ke-129 yang akan bertugas selama pelaksanaan program. Seluruh peserta menjalankan setiap tahapan upacara secara detail, mulai dari penyusunan formasi pasukan, tata urutan upacara, hingga kesiapan personel di lapangan.
Baca juga: Jaga Semangat Gotong Royong! Kades Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil TMMD 129 Bojonegoro
TMMD ke-129 tahun ini mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Koordinator kegiatan, Kapten Arh Edy Supriyono, mengatakan gladi upacara menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pembukaan berjalan tanpa hambatan.
Baca juga: Ucapan Terima Kasih Mbah Kardo! Rumah Reyotnya Kini Jadi Hunian Nyaman Lewat TMMD 129 Bojonegoro
"Persiapan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan pembukaan berjalan sukses, sekaligus menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian kegiatan Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro," ujarnya.
Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beragam program seperti penyuluhan, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan TMMD.
Baca juga: Jejak Pengabdian TMMD 129 Bojonegoro Berakhir: Warga Kesongo Kedungadem Tetap Rindukan Kehadiran TNI
Pelaksanaan TMMD ke-129 dipusatkan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dengan harapan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan sarana fisik sekaligus peningkatan kapasitas warga.
Kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Editor : Arif Ardliyanto