Kepala SMAN 2 KS Cilegon Bantah Dugaan Pungli Berkedok Kegiatan Sosial MPLS

realita.co
SMAN 2 KS Cilegon. Foto: Fauzi

CILEGON (Realita) – Pihak SMAN 2 KS Cilegon memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pungutan liar (pungli) berkedok kegiatan sosial dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kepala sekolah menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala SMAN 2 KS Cilegon, H. Dadan Amdani, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (16/7/2026), membantah adanya praktik pungli dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan berupa sembako yang dibawa peserta didik merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dan tidak bersifat wajib.

"Itu berita tidak benar. Tidak ada pungli. Sembako itu diberikan sesuai kemampuan masing-masing dan tidak ada paksaan. Sekali lagi, tidak benar jika disebut pungli. Bantuan sembako itu dikumpulkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan," ujar Dadan.

Sebelumnya, klarifikasi serupa juga disampaikan Humas SMAN 2 KS Cilegon, Dedi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengumpulan sembako telah menjadi bagian dari program MPLS melalui kegiatan bakti sosial.

"Kami tidak setuju jika kegiatan itu disebut pungli. Program tersebut merupakan bagian dari MPLS, yaitu bakti sosial. Hasil pengumpulan sembako nantinya akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di sekitar sekolah. Sifatnya sukarela dan tidak ada paksaan," kata Dedi.fauzi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru