Kasus Kasat Narkoba Polres Tangsel! Pemerhati Desak Hukuman Maksimal Hingga Jerat TPPU, Atasan Harus Dievaluasi

realita.co
Pemerhati Kepolisian, Poengky Indarti. Foto: Cermat

JAKARTA (Realita)- Deretan penangkapan oknum anggota Polri yang terlibat narkoba kembali memicu keprihatinan publik. Pengamat menilai keterlibatan aparat, mulai dari level Kasat Res Narkoba hingga Kapolda, menunjukkan persoalan ini bukan kasus insidental.

"Sangat memprihatinkan dan menyesalkan masih adanya anggota Polri yang seharusnya jadi contoh teladan, malah terlibat narkoba. Baik sebagai pengguna, backing, pengedar, bahkan bandar," ujar Pemerhati Kepolisian, Poengky Indarti kepada Realita.co di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Kadivhumas Polri Pastikan Penindakan Oknum Kasat Narkoba dan Personel Tangsel Bukti Polri Tidak Pandang Bulu

*Disebut Pola Berulang, Modus Beragam*
Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini menyoroti sejumlah nama yang pernah terseret kasus serupa, mulai dari ex Kapolda Sumbar Teddy Minahasa, ex Kasat Res Narkoba Polres Lampung Selatan Andri Gustami, ex Kasat Res Narkoba Polresta Barelang Satria Nanda, hingga AKP Pardiman Kasat Narkoba Polres Tangsel yang baru ditangkap Bareskrim Polri," sambung keterangannya.

"Jika melihat kasus- kasus sebelumnya, dugaan keterlibatan anggota Polri dalam kasus narkoba bukan hal baru dan ironisnya selalu berulang. Modusnya macam- macam," katanya.

*Desak Hukuman Maksimal dan Jerat TPPU*
Penasehat Kapolri bidang Hukum dan HAM ini juga merekomendasikan agar pelaku yang terbukti bersalah diproses pidana dan kode etik dengan hukuman maksimal. Ia juga mendorong pemberatan hukuman serta jeratan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) agar ada efek jera.

"Apalagi jika nantinya terbukti menjadi backing, pengedar, atau bandar. Sebetulnya sudah banyak anggota Polri yang dihukum sangat berat terkait narkoba, bahkan hukuman mati, tetapi masih saja ada yang coba- coba bermain dengan barang haram tersebut," ujarnya.

*Atasan dan Sistem Res Narkoba Harus Dievaluasi*
Ia juga mendorong atasan langsung para terduga pelaku untuk diperiksa. Tujuannya untuk melihat tanggung jawab pengawasan.

Baca juga: Oknum TNI AL Ngamuk Bawa Parang Hancurkan Mobil Tamu Cafe di Surabaya!

"Tindakan tegas kepada para pelaku dan atasannya diharapkan dapat meminimalisir hal serupa terjadi. Saya berharap Atasan, Pengawas Internal, dan Pengawas Eksternal melakukan pengawasan lebih ketat," tegas Poengky kembali.

Melihat banyaknya Kasat Res Narkoba yang terlibat, ia menyebut ini harus menjadi alarm bagi Pimpinan Polri untuk membenahi sistem. Titik rawan disebut ada pada rantai penanganan barang bukti narkoba.

"Mekanisme penyimpanan barang bukti narkoba serta mekanisme pemusnahannya harus diawasi seketat mungkin," katanya.

Baca juga: Polres Madiun Kota Klarifikasi, Tiga Oknum Polisi Disebut Tak Berkaitan dengan Kasus Narkoba

*Peran Kontrol Masyarakat*
Selain pembenahan internal, ia juga menekankan pentingnya kontrol eksternal dari masyarakat dan media. 

"Saya berharap masyarakat dan media tetap setia melakukan pengawasan kepada tindakan-tindakan aparat Kepolisian, sehingga kontrol sipil yang kuat dan tegas dapat meningkatkan profesionalitas anggota Polri," jelasnya.

Sebelumnya, Kadivhumas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir menegaskan Polri berkomitmen tidak memberikan impunitas kepada anggotanya yang terlibat narkoba. Kasus terbaru penangkapan Kasat Narkoba Polres Tangsel beserta 7 (tujuh) anggota lain kini ditangani Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, sementara aspek kode etik ditangani Bidpropam Polda Metro Jaya.(Ang)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru