KPK Bongkar Peran Guru "Pengepul" Maba di Kasus Korupsi Unsoed: Tarif Rp50 Juta - Rp500 Juta per Kursi

realita.co

JAKARTA (Realita)- Lembaga Anti Rasuah mengungkap dugaan keterlibatan seorang guru dalam praktik jual beli kursi mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut guru tersebut berperan sebagai pengepul calon mahasiswa.

Baca juga: Pasca OTT, Ratusan Mahasiswa Unsoed Demo! Spanduk 'Sodiq Berulah Lagi' Dibentangkan di Patung Jenderal Soedirman

"Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (21/8) malam.

Menurut Taufik, guru tersebut berkomunikasi lewat WhatsApp dengan Eko Sumanto (ES) selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed. 

Dalam percakapan itu, keduanya membahas jumlah calon mahasiswa yang bisa diterima dan nilai yang harus dibayarkan.

"Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA dengan ES. Kemudian, ini ada tawar- menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa," ungkapnya.

Dari temuan penyidik, harga 1 "kursi" bervariasi. Paling rendah Rp50 juta dan paling tinggi Rp500 juta per kepala.

*6 Tersangka Ditetapkan Usai OTT 20 Agustus*
Temuan ini bagian dari penyidikan dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed. Kasus terbongkar setelah KPK melakukan OTT pada 20 Agustus 2026.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan 6 orang tersangka:
1.  Prof. Akhmad Sodiq - Rektor Unsoed
2.  Prof. Norman Arie Prayogo - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan  
3.  Eko Sumanto - Kepala Bagian Akademik
4.  Mulyono - Keponakan Akhmad Sodiq
5.  Dian Mulia Wardhana - Pihak swasta atau perantara
6.  Adhi Wiharto - Pihak swasta atau perantara

Sementara Prof. Kuat Puji Prayitno Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan yang turut diamankan saat OTT, tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam OTT, KPK mengamankan uang tunai Rp650 juta dan saldo rekening Rp99 juta yang diduga hasil tindak pidana.(Ang)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru