Tingkatkan Kompetensi Guru SD

Tim PKM FIP UNESA Gelar Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Deep Learning di Probolinggo 

PROBOLINGGO — Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan “Pembuatan Modul Ajar Berbasis Deep Learning untuk Guru Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026, bertempat di Unit Layanan Disabilitas Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh guru-guru sekolah dasar dari Kabupaten Probolinggo. 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kompetensi profesional guru, khususnya dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang mampu mendorong proses belajar yang lebih bermakna, kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. 

Tim PKM Lintas Bidang Keahlian 

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim yang memiliki latar belakang keilmuan yang beragam. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan, terutama karena pengembangan modul ajar berbasis deep learning membutuhkan perspektif teknologi pendidikan, pendidikan luar biasa, bimbingan dan konseling, serta pendidikan guru sekolah dasar. 

Tim pelaksana terdiri atas Ketua tim PKM, Dr. Syaiputra W.M. Diningrat, M.Pd., melalui bidang keahliannya di Teknologi Pendidikan, berperan dalam mengarahkan pengembangan pembelajaran dan modul ajar agar selaras dengan prinsip desain pembelajaran serta perkembangan transformasi pendidikan. 

Sementara itu, anggota yang keterlibatan Acep Ovel Novari Beny, M.Pd. dari bidang Pendidikan Luar Biasa memberikan perspektif mengenai pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Perspektif tersebut menjadi semakin relevan karena kegiatan dilaksanakan di Unit Layanan Disabilitas Kabupaten Probolinggo. 

Dari bidang Bimbingan dan Konseling, Mila Yunita, M.Pd. memberikan perspektif yang berkaitan dengan karakteristik peserta didik, aspek perkembangan, kebutuhan belajar, serta pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara holistik. 

Adapun Ulfi Aminatuz Zahro, M.Pd., dengan bidang keahlian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, memberikan kontribusi dalam memastikan rancangan modul ajar memiliki relevansi dengan karakteristik pembelajaran di jenjang sekolah dasar. 

Mendorong Guru Merancang Pembelajaran yang Lebih Mendalam 

Pembelajaran berbasis deep learning diarahkan untuk mendorong peserta didik tidak sekadar menerima dan menghafalkan informasi, tetapi mampu memahami konsep secara lebih mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, menerapkan pengetahuan, melakukan refleksi, serta membangun pemahaman baru berdasarkan pengalaman belajar. 

Dalam kegiatan ini, guru mendapatkan penguatan mengenai bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan pembelajaran dan dituangkan dalam modul ajar yang aplikatif. 

Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga terlibat dalam proses identifikasi kebutuhan pembelajaran, perumusan tujuan pembelajaran, penyusunan aktivitas belajar, pengembangan pengalaman belajar kontekstual, serta penyusunan asesmen. 

Melalui pendekatan tersebut, modul ajar diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi siswa. 

Guru Praktik Langsung Mengembangkan Modul Ajar 

Salah satu bagian utama kegiatan adalah praktik pengembangan modul ajar. Para peserta didampingi untuk menyusun rancangan modul sesuai dengan mata pelajaran, karakteristik peserta didik, dan konteks pembelajaran di sekolah masing-masing. 

Guru didorong untuk merancang aktivitas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami, mengaplikasikan, menganalisis, menciptakan, dan merefleksikan pengetahuan yang diperoleh. 

Diskusi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Guru dapat menyampaikan pengalaman serta berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Permasalahan yang muncul kemudian menjadi bahan untuk mengeksplorasi alternatif desain pembelajaran yang dapat diterapkan melalui modul ajar berbasis deep learning. 

Menguatkan Pembelajaran yang Inklusif 

Pemilihan Unit Layanan Disabilitas Kabupaten Probolinggo sebagai lokasi kegiatan memberikan konteks penting dalam pengembangan pembelajaran yang memperhatikan keberagaman peserta didik. 

Guru didorong untuk mempertimbangkan karakteristik, kemampuan awal, kebutuhan belajar, serta lingkungan belajar peserta didik ketika merancang aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan modul ajar diharapkan mampu mendukung praktik pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. 

Kolaborasi empat bidang keahlian dalam tim PKM juga memperkuat pendekatan tersebut. Teknologi Pendidikan memberikan landasan desain pembelajaran, Pendidikan Luar Biasa memperkuat perspektif inklusivitas, Bimbingan dan Konseling memberikan perspektif perkembangan peserta didik, sedangkan Pendidikan Guru Sekolah Dasar memastikan kesesuaian dengan konteks pembelajaran di jenjang sekolah dasar. 

Dari Pelatihan Menuju Produk Pembelajaran 

Kegiatan PKM ini diarahkan untuk menghasilkan rancangan modul ajar berbasis deep learning yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan oleh guru di sekolah masing-masing. 

Produk yang dihasilkan diharapkan menjadi salah satu instrumen bagi guru untuk melakukan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan dan karakteristik peserta didik. 

Pelaksanaan PKM ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Unit Layanan Disabilitas Kabupaten Probolinggo, dan guru-guru sekolah dasar. 

Melalui kolaborasi tersebut, transformasi pembelajaran di sekolah dasar diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan pada perangkat pembelajaran, tetapi juga mendorong perubahan praktik pembelajaran menuju pengalaman belajar yang lebih mendalam, bermakna, kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik. 

 

 
 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru