SURABAYA (Realita)- Di tengah derasnya arus informasi yang ditawarkan teknologi kecerdasan buatan (AI), PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) memilih memperkuat sesuatu yang lebih mendasar: kebiasaan membaca.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan, PDS menambah fasilitas perpustakaan SD Al Istiqomah Surabaya. Bantuan berupa dua rak buku dan 120 buku diserahkan Direktur Utama PDS M. Fatkhurroji kepada Kepala SD Al Istiqomah Nur Nariani, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Periksa Kesehatan 200 Balita dan Lansia di Surabaya
Sebanyak 120 buku tersebut terdiri atas beragam bacaan, mulai pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, cerita anak, hingga buku-buku edukatif. Koleksi baru itu diharapkan memperluas pilihan bacaan bagi 428 siswa dari kelas I hingga VI.
SD Al Istiqomah dipilih sebagai penerima bantuan karena berada di wilayah ring 1 operasional PDS. Kondisi perpustakaan yang masih memiliki keterbatasan fasilitas juga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan.
Dua rak tambahan diharapkan membuat koleksi buku lebih tertata. Sedangkan tambahan 120 buku memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk menemukan bacaan sesuai minat dan kebutuhan pembelajaran.
Fatkhurroji mengatakan buku tetap memiliki posisi penting di tengah perkembangan teknologi yang membuat informasi semakin mudah diperoleh. Menurut dia, kehadiran AI seharusnya tidak membuat kebiasaan membaca ditinggalkan.
“Buku tetap menjadi hal yang penting, apalagi di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan AI seperti sekarang. AI memang bisa membantu kita mendapatkan informasi dengan cepat, tetapi tidak semua yang disampaikan AI selalu benar,” kata Fatkhurroji.
Karena itu, ia mendorong siswa tetap membaca, mencari referensi, dan membandingkan informasi sebelum mempercayainya.
Menurut Fatkhurroji, teknologi tidak perlu dijauhi. AI justru dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mencari informasi. Namun, penggunaannya harus disertai kemampuan berpikir kritis.
Membaca buku, kata dia, tetap diperlukan untuk melatih kemampuan memahami informasi sekaligus melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang.
Baca juga: Tiga Eks Pejabat Pelindo Bantah Korupsi Pengerukan Tanjung Perak
Pesan tersebut menjadi bagian dari alasan PDS memberikan perhatian terhadap fasilitas pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kebiasaan membaca, menurut Fatkhurroji, perlu dibangun sejak bangku sekolah karena kemampuan memilah informasi akan semakin penting seiring perkembangan teknologi.
Kepala SD Al Istiqomah Nur Nariani menyambut bantuan tersebut. Ia mengatakan tambahan rak dan koleksi buku membantu sekolah melengkapi fasilitas perpustakaan sekaligus memberi siswa lebih banyak pilihan bacaan.
“Terima kasih kepada PDS atas bantuan yang diberikan. Tambahan rak dan buku ini sangat membantu kami melengkapi perpustakaan. Kami berharap anak-anak semakin tertarik datang, membaca, dan memanfaatkan buku-buku yang ada,” ujar Nur.
Sekolah selanjutnya akan mengajak siswa memanfaatkan koleksi baru tersebut dalam kegiatan membaca maupun pembelajaran. Fasilitas itu juga akan dirawat bersama agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Bagi siswa, bertambahnya koleksi buku berarti bertambah pula pilihan untuk menjelajahi pengetahuan. Aisyah Rahmah, siswa kelas VI yang mewakili siswa SD Al Istiqomah, mengaku senang dengan bantuan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada PDS atas bantuan buku dan rak untuk sekolah kami. Kami senang karena sekarang ada lebih banyak buku yang bisa dibaca. Kami akan memanfaatkannya dan merawat buku-buku ini supaya teman-teman yang lain juga bisa membacanya,” kata Aisyah.
Kini, 120 buku tersebut menjadi bagian dari koleksi perpustakaan SD Al Istiqomah. PDS berharap bantuan itu tidak berhenti sebagai tambahan fasilitas, tetapi menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah banjir informasi digital.
PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) merupakan perusahaan afiliasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam penyediaan tenaga alih daya dan pemborongan serta layanan pendukung bisnis. PDS memiliki lebih dari 18.000 pekerja dengan area kerja yang tersebar di 32 provinsi.
PDS telah menerapkan dan memperoleh sertifikasi sejumlah standar internasional, antara lain ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan, serta ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola, kepatuhan, dan perlindungan informasi secara berkelanjutan.yudhi
Editor : Redaksi