BGN Hapus Insentif Rp 6 Juta per Hari, Pemilik SPPG Menjerit

realita.co
Ilustrasi keracunan MBG. Foto: AI

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah skema insentif flat Rp6 juta per hari bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono menilai pemberian insentif dengan nominal seragam tersebut tidak adil karena kapasitas produksi dapur yang berbeda-beda.

Baca juga: Kejati Jateng Kumpulkan Data Seluruh SPPG, termasuk Milik Polri

Aturan baru berbasis kapasitas porsi ini ditargetkan rampung awal September 2026.

Rencana pemangkasan/perubahan skema insentif ini mendulang kekhawatiran dari para pemilik dan investor SPPG.

Baca juga: Bakteri E Coli di Menu MBG, 69 Siswa SDN Ketami Kota Kediri Alami Mual, Muntah hingga Demam

Banyak dari mereka mengaku masih tertekan secara finansial setelah menggelontorkan modal hingga miliaran rupiah yang bersumber dari pinjaman bank maupun utang kerabat.

Bahkan, sejumlah dapur dilaporkan belum bisa beroperasi akibat proses verifikasi yang lambat serta adanya moratorium pembukaan SPPG baru. Meski belum berproduksi, para mitra tetap dibebani biaya operasional seperti cicilan utang, gaji karyawan, dan sewa tempat. Mereka kini mendesak BGN untuk segera memberikan kepastian operasional serta mempercepat proses administrasi.

CR By Nabil Dava

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru