Selama Pembelajaran Daring, Gus Fawait Minta MBG Jember Diliburkan

realita.co
Gus Fawait. Foto: Dok Diskominfo

JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan pembelajaran daring untuk seluruh jenjang pendidikan mulai Kamis hingga Sabtu, 10 sampai 12 September 2026.

Kebijakan ini diambil di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kendala pasokan Bahan Bakar Minyak atau BBM.

Di tengah pembelajaran dari rumah tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait meminta penyaluran Makan Bergizi Gratis atau MBG diliburkan sementara.

Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi mobilitas siswa maupun orang tua selama persoalan pasokan BBM masih dalam penanganan.

Gus Fawait meminta siswa dan wali murid tidak datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan MBG. Jika penyaluran tetap dilakukan, makanan diminta diantarkan langsung kepada siswa oleh pihak dapur MBG.

“Mulai hari ini Kamis sampai hari Sabtu pembelajaran di sekolah secara daring. Jadi siswa tidak perlu datang ke sekolah. Kalau ada pihak sekolah meminta siswanya atau wali muridnya datang ke sekolah untuk ngambil makanan MBG, jangan mau. Biar mereka yang ngantar ke siswanya. Bukan siswanya yang suruh ke sekolah.” Kata Gus Fawait.

Kebijakan pembelajaran daring tersebut merupakan langkah darurat Pemkab Jember untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Selain pelajar, ASN di lingkungan Pemkab Jember juga diberlakukan Work From Home atau WFH mulai Kamis hingga Sabtu.

Kebijakan itu disampaikan Bupati Jember melalui akun media sosial resminya pada Rabu malam, 9 September 2026. WFH dan pembelajaran daring diberlakukan untuk menekan mobilitas, kepadatan kendaraan, serta penggunaan BBM selama kondisi pasokan masih ditangani.

Sementara itu, pemerintah juga memberikan opsi agar distribusi MBG diliburkan sementara selama pembelajaran daring. Porsi makanan yang tidak tersalurkan dapat diganti pada Senin setelah aktivitas sekolah kembali berjalan normal.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Jember akibat keterlambatan distribusi BBM melalui jalur utama Banyuwangi.

Pemkab Jember telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU serta berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengupayakan penambahan pasokan.

Gus Fawait memastikan stok BBM di Jember dalam kondisi aman dan pasokan telah ditambah hingga 35 persen. Pemerintah menargetkan kondisi BBM di Jember kembali normal pada Jumat, sehingga mobilitas masyarakat dan aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan seperti biasa.

“Kalau BBM kita besok sudah kembali normal, maka aktivitas masyarakat juga kembali normal. Kita ingin persoalan ini segera selesai dan masyarakat tidak lagi harus menghabiskan waktu untuk mengantre BBM," tegasnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Dinas Pendidikan telah menerima dua surat resmi dari Bupati, masing-masing untuk OPD dan satuan pendidikan.

Surat untuk satuan pendidikan berlaku bagi seluruh jenjang, mulai PAUD hingga SMA dan SMK, termasuk satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Hafid mengatakan pembelajaran daring akan diberlakukan sampai kondisi pasokan BBM kembali membaik dan normal.

Jika kondisi BBM telah kembali normal, kegiatan pembelajaran tatap muka dijadwalkan kembali dimulai pada Senin pekan depan.

Sementara selama pembelajaran daring, pemerintah meminta tidak ada aktivitas yang justru membuat siswa maupun orang tua harus mendatangi sekolah.

“Pembelajaran daring diberlakukan sampai kondisi pasokan BBM kembali membaik dan normal. Kalau sudah normal, kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dimulai pada Senin.” tegasnya.rdy
.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru