Lab Narkoba Rumahan di Gambir Digerebek Polda Metro Jaya, 1 Bandar Diamankan 

realita.co
BB yang diamankan oleh Diresnarkoba PMJ. Foto: Humas

JAKARTA (Realita)- Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bongkar laboratorium rumahan narkoba jenis tembakau sintetis di rumah kontrakan wilayah Gambir, Jakarta Pusat.

Seorang pria berinisial SW (27) diamankan dalam penggerebekan pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Polda Metro Sikat Penyelundupan 49,85 Ton Kacang Tanah Ilegal Melalui Dumai

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat soal peredaran tembakau sintetis di kawasan Gambir. Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung lakukan penyelidikan dan gerebek lokasi.

Saat digeledah, polisi menemukan tujuh plastik klip berisi tembakau sintetis dengan berat bruto 251,88 gram.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono membenarkan penemuan tersebut.

Baca juga: Aksi Massa AMPB di DPR Berjalan Kondusif, PMJ: Situasi, Aman dan Damai

"Dari lokasi kami mengamankan tujuh plastik klip berisi narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat bruto keseluruhan 251,88 gram serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksinya," ujar Kompol Ardyan, Selasa (22/9/2026).

Polisi juga menyita peralatan produksi layaknya laboratorium:

Satu magnetic stirrer, enam gelas takar, dua botol takar, tiga corong, dua timbangan digital, dua alat vakum, satu alat pres, satu toples berisi tembakau campuran, satu masker gas, satu pemanas makanan, satu pak sarung tangan lateks, enam pak plastik ziplock, dua pak plastik klip, satu lakban, serta dua telepon genggam.

Baca juga: BNN Tangkap Gembong Narkoba "Bos Gendut", Sita 98 Kg Sabu di Kampung Bahari! Ini BB-Nya?

Berdasarkan pemeriksaan awal, SW mengaku sudah menjalankan bisnis haram ini selama satu tahun dan sudah empat kali produksi. Tembakau sintetis diedarkan melalui media sosial.

Saat ini SW beserta barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami sumber bahan baku, jaringan peredaran, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.(A1)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru