Tembus Jalur Ekstrem Jelbuk dengan Motor, Gus Fawait Temukan Lansia Hidup dalam Keterbatasan

realita.co
Bupati Jember Gus Fawait bahkan ikut turun langsung meninjau pelaksanaan Homecare di Desa Sucopangepok, Monggu (04/10/2026).

JEMBER (Realita) - Program Homecare Pemerintah Kabupaten Jember tak berhenti di pusat layanan kesehatan.

Di Kecamatan Jelbuk, petugas kesehatan harus menembus akses jalan yang sulit untuk menjangkau warga lanjut usia yang kesulitan datang sendiri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: Ekonomi Jember Melambat, Bondowoso Justru Tancap Gas di Kuartal II

Bupati Jember Gus Fawait bahkan ikut turun langsung meninjau pelaksanaan Homecare di Desa Sucopangepok, Monggu (04/10/2026).

Untuk mencapai sejumlah rumah warga, ia menggunakan sepeda motor karena kondisi jalur dinilai lebih memungkinkan dilalui kendaraan roda dua.

Di salah satu titik, Gus Fawait menemukan dua lansia bersaudara, Misti dan Buya, yang tinggal di rumah sederhana di atas gumuk. Keduanya menghadapi keterbatasan fisik.

Misti merupakan penyandang tunanetra, sedangkan Buya mengalami gangguan pendengaran.

Keduanya hidup berdampingan dengan saling membantu. Dalam keseharian, Buya menjadi mata bagi Misti, sementara Misti membantu mengisi keterbatasan komunikasi yang dialami saudaranya.

Mereka menjalani aktivitas rumah tangga bersama, termasuk memasak dan mengurus kebutuhan sehari-hari.

Kondisi hunian keduanya juga memprihatinkan. Rumah tersebut menggunakan tiang bambu dengan dinding anyaman bambu. Melihat kondisi itu, Gus Fawait sempat menawarkan bantuan untuk memperbaiki rumah.

Namun, tawaran tersebut ditolak secara halus. Misti dan Buya mengaku masih merasa nyaman tinggal di rumah sederhana tersebut.

Gus Fawait kemudian memilih tidak memaksakan keinginannya.
Alih-alih merenovasi seluruh rumah, pemerintah akan mengarahkan bantuan pada bagian yang dianggap lebih dibutuhkan.

Baca juga: Gus Fawait Buka Dialog dengan Pedagang Pasar Tanjung, Satgas Gabungan Segera Bergerak

Salah satunya adalah memperbaiki lantai rumah agar lebih nyaman dan tidak terlalu dingin ketika digunakan kedua lansia untuk beraktivitas.

"Kalau begitu saya berencana membenahi lantai nenek supaya tidak lagi dingin tapak kaki Nenek Misti dan Nenek Buya saat beraktivitas sehari-hari," kata Gus Fawait.

Kunjungan kemudian berlanjut ke rumah Bebun, lansia berusia 86 tahun yang tinggal seorang diri. Kondisi rumahnya tak jauh berbeda, sederhana dengan keterbatasan fasilitas.

Meski telah lanjut usia, Bebun masih berusaha menjalani aktivitas secara mandiri. Ia berjalan dengan bantuan tongkat kayu dan disebut masih sesekali mencari kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Gus Fawait mengatakan, Homecare dirancang untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun hambatan akses menuju Puskesmas.

Dengan pola jemput bola, tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan pelayanan.

Baca juga: Temui Pedagang Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi Total Rp250 Miliar

"Melalui Homecare, pemerintah hadir memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada lansia dan warga sakit yang memiliki keterbatasan untuk datang ke Puskesmas," ujar Gus Fawait.
Menurutnya, pelayanan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan.

Pemkab Jember juga akan mengidentifikasi kebutuhan lain yang berkaitan dengan kelayakan hidup warga, termasuk kondisi hunian lansia yang ditemui dalam kunjungan tersebut.

Rencana perbaikan rumah akan diarahkan pada bagian yang benar-benar dibutuhkan, termasuk lantai dan fasilitas dasar lainnya. Pendekatan itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta kenyamanan masing-masing warga.

Kunjungan di Jelbuk sekaligus menunjukkan persoalan akses layanan publik masih menjadi tantangan bagi warga yang tinggal di wilayah dengan medan sulit.

Bagi lansia seperti Misti, Buya, dan Bebun, mendatangi fasilitas kesehatan bukan perkara sederhana. Karena itu, pelayanan harus yang mendatangi mereka.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru