Temui Pedagang Pasar Tanjung Jember, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi Total Rp250 Miliar

JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengarahkan pembenahan Pasar Tanjung ke tahap yang lebih konkret.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait kembali turun langsung menemui pedagang dan meninjau kondisi pasar pada Rabu (16/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi yang keempat dilakukan Gus Fawait sejak dilantik sebagai Bupati Jember. Bukan sekadar inspeksi, kunjungan ini digunakan untuk menyerap langsung persoalan pedagang sekaligus memastikan rencana revitalisasi Pasar Tanjung berjalan dengan konsep yang tidak meminggirkan pedagang kecil.

Gus Fawait menegaskan, Pasar Tanjung merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat yang harus dibenahi tanpa menghilangkan ruang penghidupan para pedagang.

Karena itu, pemerintah memilih pendekatan penataan dan pembenahan, bukan penggusuran.“Konsep kami adalah penataan agar seluruh pihak bisa sama-sama tumbuh dan mencari nafkah. Pedagang di lantai atas maupun bawah sama-sama rakyat kecil yang sedang berjuang,” ujar Gus Fawait.

Menurut Gus Fawait, keberpihakan terhadap pedagang telah dimulai sejak awal pemerintahannya, salah satunya melalui pemangkasan tarif retribusi pasar.

Kebijakan tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai program yang menyentuh kebutuhan pedagang dan keluarganya, mulai dari fasilitas ibadah hingga akses pendidikan dan kesehatan.

Pemkab Jember juga mengklaim telah melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mendukung revitalisasi Pasar Tanjung.

Dari koordinasi tersebut, pemerintah daerah menyebut terdapat dukungan anggaran APBN sekitar Rp250 miliar untuk pembenahan pasar secara menyeluruh.

Selain pembangunan fisik, perhatian diarahkan pada aspek kesejahteraan pedagang. Pemerintah menyebut telah menyediakan pembangunan musala di kawasan pasar, beasiswa bagi anak pedagang, serta jaminan layanan kesehatan melalui skema Universal Health Coverage atau UHC.

Namun, revitalisasi Pasar Tanjung tidak berhenti pada pembangunan gedung. Salah satu persoalan yang kini menjadi perhatian adalah pengaturan aktivitas perdagangan antara lantai bawah dan lantai atas.

Pemerintah akan menata jam operasional agar aktivitas pedagang tidak saling mengganggu dan seluruh zona perdagangan dapat kembali berfungsi secara optimal.

Gus Fawait sengaja memilih waktu kunjungan di luar jam sibuk untuk membuka ruang dialog yang lebih bebas dengan para pedagang.

Menurutnya, cara tersebut penting agar pemerintah memperoleh gambaran kondisi pasar secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan administratif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember mengembalikan Pasar Tanjung sebagai pusat perdagangan yang tertib, nyaman, dan tetap berpihak kepada ekonomi rakyat. Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan aktivitas dan pendapatan mereka.

Dengan konsep penataan yang melibatkan suara pedagang, pemerintah ingin menjadikan perubahan Pasar Tanjung sebagai proses bersama.

Bukan menggusur pedagang dari ruang usahanya, melainkan menciptakan pasar yang lebih layak sehingga pedagang di lantai bawah maupun atas memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.rdy

Editor : Redaksi

Berita Terbaru