JAKARTA (Realita)- Secepat kilat, Presiden Prabowo Subianto resmi copot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan, Senin (14/9/2026).
Penggantinya Suahasil Nazara, sosok lama yang sudah jadi Wamenkeu sejak 2019. Pergantian dituangkan dalam Keppres Nomor 97P Tahun 2026.
Drama Senayan-Istana Dalam 1 Jam
Pagi hari, Purbaya masih gagah memimpin rapat kerja gabungan dengan Komite IV DPD RI di Senayan. Bahkan sempat sesumbar, "ekonomi Indonesia masih baik-baik saja."
Tapi sekitar pukul 14.00 WIB, telepon mendadak dari `Mensesneg` masuk. Purbaya langsung tinggalkan rapat.
Tak sampai 2 jam kemudian, pukul 15.00-15.30 WIB, Suahasil Nazara tiba di Istana Negara dan langsung diambil sumpah jabatannya oleh Presiden Prabowo.
Masa jabatan Purbaya pun tercatat super singkat: 8 September 2025 - 14 September 2026 atau cuma 1 tahun 6 hari. Sebelumnya ia adalah Ketua Dewan Komisioner LPS 2020-2025.
Dua Gaya Beda Jauh
Pergantian ini sorotan karena dua figur dengan gaya bertolak belakang.
Purbaya: blak-blakan, main cepat tanpa banyak birokrasi. Contoh paling heboh: kebijakan penempatan dana SAL Rp200-400 Triliun ke bank Himbara yang sempat dikritik DPR karena tak lapor parlemen dulu.
Suahasil Nazara: akademisi tulen. Profesor FEB UI, lulusan Cornell dan Illinois, lahir 23 November 1970. Lebih prosedural, jaringannya kuat di lingkaran BI-DPR-investor. Sudah jadi Wamenkeu lintas dua presiden, Jokowi dan Prabowo.
Dinamika selama Purbaya menjabat juga panas:
- Ketegangan dengan Bank Indonesia soal rupiah. Purbaya pernah bilang rupiah bisa diperkuat ke Rp15.000/USD kalau dia di BI, sementara rupiah sempat melemah mendekati Rp18.000/USD sepanjang tahun.
- Rencana setoran dividen Danantara Rp120 triliun ke kas negara 2026, yang sempat bikin keberatan internal Danantara karena dianggap terburu- buru, dan jadi topik panas beberapa hari sebelum lengser.
Pasar Sempat Ketar-Ketir
Respons pasar hari ini bikin jantung deg-degan. IHSG sempat anjlok dalam ke 6.371,4 (-2,6%) di sesi kedua saat isu reshuffle merebak.
Namun aksi borong saham bank besar BBCA, BMRI, BBRI, BBNI menahan kejatuhan. IHSG akhirnya ditutup di 6.534,69, turun tipis 0,10%.
Analis menilai pasar merespons Suahasil dengan positif-terukur, bukan euforia. Maklum, ia bukan orang baru bagi investor.
Kini pertanyaannya: ini murni soal stabilitas kebijakan dan kinerja, atau soal gaya ceplas-ceplos Purbaya yang bikin gerah? Istana belum buka suara panjang lebar.(lin)
Editor : Redaksi