JAKARTA (Realita)- Di dalam negeri, ekspansi industri teknologi finansial juga terus berlanjut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri P2P Lending mencapai Rp105,63 triliun pada Juli 2026.Angka tersebut tumbuh 24,76 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Namun pertumbuhan pembiayaan tersebut dibarengi dengan meningkatnya risiko kredit. Tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari atau TWP90 tercatat naik menjadi 4,32 persen.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada industri pergadaian. Outstanding pembiayaan pergadaian mencapai Rp160,78 triliun, tumbuh 50,73 persen YoY.
OJK juga telah memberikan persetujuan kepada dua pemain baru berskala nasional.
Lonjakan pembiayaan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran industri keuangan berbasis teknologi dan pergadaian dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat.
Namun pertumbuhan yang terlalu cepat juga menuntut penguatan manajemen risiko agar ekspansi kredit tidak berubah menjadi persoalan kredit bermasalah.lis
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-51043-pinjol-warga-indonesia-tembus-rp10563-triliun