MADIUN (Realita)- Antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepatu roda terlihat dalam Kejurkot Skate Cross Series 2026 di Kota Madiun.
Ajang yang berlangsung di lantai tiga Pasar Besar Kota Madiun, Minggu (13/9/2026), tersebut diikuti sekitar 200 atlet dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Tingginya animo peserta bahkan membuat Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Perserosi) Kota Madiun harus membatasi jumlah pendaftar. Kapasitas arena yang tersedia di Pasar Besar tidak memungkinkan seluruh calon peserta mengikuti kejuaraan.
Ketua Perserosi Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, mengatakan Kejurkot Skate Cross Series 2026 merupakan rangkaian kegiatan yang digelar selama dua hari.
Pada hari pertama, pertandingan mempertandingkan nomor speed atau kecepatan yang diperuntukkan bagi atlet binaan Perserosi Kota Madiun. Sementara pada hari kedua, giliran nomor skate cross dengan konsep lintasan halang rintang yang dipertandingkan secara terbuka.
“Untuk hari ini skate cross atau halang rintang. Sifatnya open dan pesertanya sekitar 200. Sebenarnya masih banyak yang mendaftar, tetapi karena kapasitas di Pasar Besar terbatas akhirnya kami harus membatasi,” ujar Inda Raya.
Menurut Inda Raya, tingginya jumlah peserta menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga sepatu roda di Kota Madiun. Animo tersebut menunjukkan bahwa sepatu roda memiliki basis peminat yang terus tumbuh, sekaligus berpotensi menjadi cabang olahraga prestasi yang lebih berkembang.
Perserosi, kata dia, ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sepatu roda bukan sekadar aktivitas hobi. Olahraga tersebut memiliki sistem pembinaan, kompetisi, serta jalur prestasi yang dapat ditekuni sejak usia dini.
“Harapannya anak-anak yang ingin menjadi atlet atau ingin berlatih sepatu roda tahu bahwa olahraga ini hidup, ada event dan ada kompetisinya,” terangnya.
Saat ini, pembinaan atlet sepatu roda di Kota Madiun ditopang oleh dua klub, yakni Falcon dan Pendekar. Kedua klub tersebut secara rutin memanfaatkan kawasan Pasar Besar Kota Madiun sebagai salah satu lokasi latihan.
Namun, keterbatasan arena masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan olahraga sepatu roda di Kota Madiun. Selain harus menyesuaikan dengan lintasan pertandingan, kapasitas lokasi juga perlu mempertimbangkan kehadiran orang tua, pelatih, official, dan keluarga peserta.
Karena itu, Perserosi Kota Madiun mulai mencari alternatif lokasi yang lebih luas untuk penyelenggaraan kejuaraan mendatang. Dengan arena yang lebih representatif, jumlah peserta diharapkan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pembinaan atlet.
“Kalau tempatnya lebih besar, tentu bisa menampung atlet lebih banyak. Kami akan lebih selektif memilih lokasi pelaksanaan ke depan,” ungkapnya.
Menurut Inda Raya, Perserosi juga telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Madiun untuk mendorong penyelenggaraan kejuaraan dengan skala yang lebih besar. Salah satu agenda yang tengah diproyeksikan adalah Open Tournament Piala Wali Kota Madiun pada 2027.
“Insyaallah kalau bisa diimplementasikan, kami ingin mengadakan Piala Wali Kota pada 2027. Kalau belum terealisasi, setidaknya setiap tahun kami tetap berupaya mengadakan Kejurkot dan open seperti ini,” imbuh Inda.
Selain itu, upaya mengembangkan olahraga sepatu roda tersebut juga didukung oleh capaian atlet Kota Madiun di tingkat regional. Inda menyebut pihaknya selama ini cukup selektif dalam mengirimkan atlet ke berbagai kejuaraan. Meski demikian, atlet yang diberangkatkan mampu menunjukkan prestasi dan membawa pulang medali.
Pada dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur terakhir, misalnya, atlet sepatu roda Kota Madiun berhasil menyumbangkan satu medali emas pada Porprov 2023. Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada Porprov 2025 dengan raihan satu medali emas dan satu medali perak.
“Alhamdulillah, kami memang selektif mengirimkan atlet. Tetapi yang kami kirim bisa berprestasi dan membawa pulang medali,” jelas Inda Raya.
Sementara itu, Junita Danesti, orang tua salah satu peserta bernama Arunika, berharap Pemerintah Kota Madiun dan Perserosi dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang pembinaan atlet.
Menurut warga Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, tersebut, keberadaan sirkuit khusus dan arena latihan yang representatif akan memberikan ruang lebih luas bagi atlet untuk berlatih, baik pada nomor speed maupun skate cross.
“Sebagai orang tua tentu kami senang kalau ada tempat yang memadai. Harapannya ada sirkuit dan arena latihan untuk skate cross, sehingga olahraga sepatu roda di Kota Madiun bisa semakin berkembang,” tandasnya. Yw
Editor : Redaksi