SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program TJSL bertema Srikandi Movement “Women Support Women”, berupa pembinaan kader serta pengembangan sarana dan prasarana wisata edukasi batik bagi UMKM Kampung Ceria Batik Tin Gundih, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, pelestarian budaya lokal, sekaligus penguatan potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Selain mendukung peningkatan produksi, program tersebut diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan Batik Tin Gundih sebagai ruang produksi sekaligus pusat edukasi batik bagi masyarakat dan generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Senior Manager Perencanaan PLN UIT JBM selaku Champion Srikandi PLN UIT JBM Titi Murdiyati, Manager PLN UPT Surabaya Yaya Supriman, MSB Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBM Agustin Kusmawati, Camat Bubutan Hajar Sulistyono, S.Sos., M.Si., beserta Ibu Yuyun Suhermi, S.Pd., Lurah Gundih Christiono, S.H., M.Si., beserta Ibu Suslina Catur Sari, S.Pd., serta jajaran perangkat wilayah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan anggota Batik Tin Gundih.
Ketua Kelompok Batik Tin Gundih menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan PLN melalui program TJSL tersebut.
“Batik Tin Gundih dibangun dari mimpi sederhana para perempuan hebat yang ingin membantu ekonomi keluarga, melestarikan budaya, sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu berdaya dari rumah. Melalui tema Women Support Women, kami merasakan bagaimana mimpi tersebut mendapatkan dukungan nyata dari PLN,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan PLN tidak hanya dimaknai sebagai bantuan fasilitas, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan kepada perempuan-perempuan di Gundih, khususnya wilayah Sumber Mulyo, untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Bagi kami, Women Support Women bukan hanya slogan, tetapi menjadi bahan bakar untuk terus belajar, berkarya, dan bangkit bersama. Kehadiran PLN di tengah-tengah kami menjadi energi baru untuk membawa karya Batik Tin Gundih lebih tinggi lagi,” lanjutnya.
Batik Tin Gundih merupakan UMKM yang bergerak di bidang produksi batik sekaligus wisata edukasi batik. Kelompok ini berdiri sejak Desember 2021 dan mulai beroperasi pada Juni 2022.
Saat ini, Batik Tin Gundih digerakkan oleh 10 orang pembatik dan berlokasi di Jalan Sumber Mulyo V No. 21, RT 05/RW 04, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
Melalui program TJSL tersebut, sejumlah aspek akan dikembangkan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan peralatan dan bahan baku batik, pembenahan fasilitas galeri, hingga peningkatan fasilitas umum pendukung wisata edukasi.
Program tersebut mencakup empat komponen utama, yakni pelatihan sumber daya manusia, pengadaan peralatan dan bahan baku batik, pembenahan fasilitas galeri batik, serta pembenahan fasilitas toilet.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas anggota kelompok, menciptakan ruang workshop yang lebih nyaman, serta memberikan pengalaman edukasi yang lebih baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan yang berkunjung untuk mengenal dan mempelajari proses membatik.
Selain penguatan produksi dan sarana edukasi, Batik Tin Gundih juga berkomitmen memperluas pemasaran produk melalui pemanfaatan kanal digital.
Pemanfaatan platform digital diharapkan mampu memperkenalkan produk batik lokal Gundih kepada pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para anggota kelompok.
Pembenahan toilet juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sarana wisata edukasi. Fasilitas tersebut ditingkatkan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta edukasi maupun tamu yang berkunjung ke Batik Tin Gundih.
Champion Srikandi PLN UIT JBM Titi Murdiyati mengatakan, pelaksanaan TJSL merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
“Melalui program Srikandi Movement Women Support Women, PLN ingin mendorong perempuan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Batik Tin Gundih memiliki potensi besar, tidak hanya dalam menghasilkan produk batik, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda,” ujar Titi.
Ia menambahkan, pengembangan sarana dan pembinaan kader diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan Batik Tin Gundih. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada pemberian fasilitas, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi kreatif dan wisata edukasi yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“PLN berharap program ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, yang mendapatkan manfaat. Kami juga berharap Batik Tin Gundih dapat terus tumbuh menjadi salah satu pusat edukasi batik yang membanggakan bagi Kota Surabaya,” tambahnya.
Menurut Titi, sinergi antara PLN dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program. Masyarakat yang sekaligus merupakan pelanggan PLN diharapkan dapat bersama-sama membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga keandalan kelistrikan.
Program TJSL ini sejalan dengan semangat Batik Tin Gundih untuk menjadikan batik bukan hanya sebagai produk ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Melalui semangat Srikandi Movement “Women Support Women”, PLN UPT Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh, berkarya, dan saling mendukung. tyan
Editor : Redaksi