JAKARTA (Realita)- Perkembangan pembiayaan global mulai menunjukkan pergeseran menuju diversifikasi mata uang.
Mantan Kepala Ekonom People’s Bank of China (PBOC), Ma Jun, mendorong pemanfaatan pembiayaan berbasis yuan dengan biaya relatif murah untuk mendukung proyek transisi energi.
Dorongan tersebut muncul ketika penerbitan panda bonds secara global melonjak sekitar 74 persen dan mencapai rekor 225 miliar yuan sepanjang tahun ini.
Indonesia juga telah memasuki pasar tersebut dengan menerbitkan sekitar US$1 miliar panda bonds untuk pertama kalinya tahun ini. Pakistan menjadi negara lain yang mengikuti langkah serupa.
Panda bonds dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi Indonesia untuk mendukung proyek transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis dolar AS.
Namun diversifikasi tersebut bukan tanpa risiko. Penggunaan yuan tetap membutuhkan strategi mitigasi risiko nilai tukar agar biaya pembiayaan tidak justru meningkat akibat fluktuasi kurs.
Rangkaian persoalan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ekonomi Indonesia tidak berdiri sendiri. Pergerakan modal konglomerat, tekanan pasar saham, meningkatnya utang global, ekspansi kredit digital, reforma agraria hingga diversifikasi pembiayaan energi saling berkelindan dalam menentukan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
“Karena itu, konsistensi kebijakan, kepastian hukum dan disiplin fiskal menjadi semakin penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan modal domestik, tetapi juga tetap menjadi tujuan menarik bagi lis
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-51045-panda-bonds-jadi-alternatif-pembiayaan-transisi-energi