Koordinator BEM UI Dianiaya dan Diancam di Tebet, Tas Misterius Pelaku Tertinggal

realita.co
Kondisi Hafidz Hernanda yang dirawat di rumah sakit.

JAKARTA (Realita)– Aksi kekerasan yang menargetkan aktivis mahasiswa kembali terjadi.

Kali ini, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda, menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10/2026) nyaris tengah malam.

Baca juga: Mahasiswa Tuding Pemerintahan Prabowo-Gibran Gagal

Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB di Jalan Tebet Barat Dalam IX, berjarak sekitar lima meter dari kedai Sushimate. Saat tengah mengendarai sepeda motor, Hafidz tiba-tiba ditendang oleh pelaku hingga tersungkur ke jalan raya. 

Dalam kondisi terjatuh, korban langsung dipukuli secara brutal. Tak hanya menganiaya, pelaku juga melontarkan ancaman pembunuhan kepada Hafidz sebelum merampas ponsel dan tas miliknya.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (5/10/2026), membenarkan peristiwa yang menimpa rekannya tersebut. Fathimah membeberkan bahwa di dalam tas Hafidz yang dibawa kabur pelaku, turut tersimpan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) miliknya.

Baca juga: Mengenal Sosok Fathimah Azzahra, Motor Unjuk Rasa BEM UI yang Getol Menentang Program MBG

Satu hal yang memicu tanda tanya besar adalah penemuan sebuah tas yang tertinggal oleh pelaku saat melarikan diri. Di dalam tas misterius tersebut, ditemukan sejumlah barang mencurigakan, antara lain sarung tangan latex, lakban, kain slayer (sarung), kacamata berlensa oranye, peci, hingga sandal. Barang-barang ini dipastikan bukan milik korban.

Kejanggalan di lokasi kejadian semakin menguat dengan keberadaan dua orang saksi mata. Fathimah mengungkapkan, ada dua orang tak dikenal yang sebelumnya tampak duduk-duduk di sekitar area kejadian. Anehnya, begitu pelaku utama kabur setelah beraksi, kedua orang tersebut tiba-tiba ikut berlari meninggalkan lokasi.

Beruntung, Hafidz dilaporkan selamat dari insiden mencekam tersebut, meski harus menderita luka-luka dan memar di tubuhnya.

Baca juga: Bentrok dengan Polisi, Fathimah Azzahra Meneteskan Air Mata

Atas kejadian ini, Fathimah secara terbuka mempertanyakan motif di balik serangan yang menjadikan mahasiswa sebagai sasaran, sekaligus mengimbau masyarakat luas untuk ekstra waspada terhadap potensi ancaman keamanan. 

Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku serta motif pasti di balik aksi penyerangan tersebut masih menjadi misteri dan menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.bt

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru