JEMBER (Realita) – Sebanyak 1.828 warga Kabupaten Jember tercatat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Namun, di tengah besarnya potensi tenaga kerja Jember, jumlah warga yang mendaftar program SMK Go Global masih tergolong rendah, yakni baru 76 orang.
Baca juga: Eri Cahyadi Motivasi Ribuan Kader PMR Surabaya, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong
Data tersebut disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi, dalam kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migran Aman untuk mendukung SMK Go Global di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Rabu (8/10/2026).
Puji mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) per 7 Oktober 2026, sebanyak 1.828 PMI asal Jember bekerja di luar negeri. Sebanyak 1.805 orang berada di kawasan Asia, 16 orang di Eropa, sedangkan sisanya tersebar di Australia, Afrika, dan Amerika.
Di sisi lain, pendaftar program SMK Go Global asal Jember hingga saat ini baru mencapai 76 peserta. Mereka tercatat mengikuti pendaftaran batch pertama gelombang satu, dua, tiga, serta batch kedua.
Puji berharap jumlah tersebut meningkat signifikan setelah sosialisasi dilakukan. Ia menilai Jember memiliki sumber daya manusia yang cukup besar untuk mendukung program peningkatan kapasitas calon PMI.
“Harapan kami setelah sosialisasi ini dilaksanakan, warga Jember yang akan bergabung dengan program SMK Go Global akan bertambah secara signifikan,” kata Tyas.
Program SMK Go Global merupakan bagian dari direktif Presiden untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar kerja internasional. KP2MI atau BP2MI mendapat amanat meningkatkan kapasitas 500 ribu calon PMI atau PMI secara bertahap pada 2026 hingga 2029.
Khusus Jawa Timur, target peningkatan kapasitas pada 2026 mencapai 6.800 orang.
Menurut Tyas, peluang kerja di luar negeri terus berkembang. Namun, peluang tersebut harus diikuti peningkatan kualitas calon PMI, mulai dari keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, sertifikasi profesi hingga pemahaman budaya dan aturan ketenagakerjaan negara tujuan.
Baca juga: PMI Surabaya Buka Layanan RFL dan PFA untuk Keluarga Penyintas KM Virgo Transport 8
“Peningkatan kapasitas perlu disusun berbasis kebutuhan riil pasar kerja luar negeri agar peserta pelatihan memiliki peluang yang lebih besar untuk ditempatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan Pemkab Jember menargetkan sebanyak 1.000 tenaga kerja masyarakat Jember dapat dipersiapkan melalui program SMK Go Global.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Fauzi mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Peserta juga dipersiapkan melalui peningkatan kemampuan bahasa asing, sertifikasi profesi, karakter, serta soft skill.
“Secara nasional ditargetkan 500.000 tenaga kerja dipersiapkan secara bertahap untuk memasuki pasar kerja global pada periode 2026 sampai dengan 2029,” ujar Fauzi.
Baca juga: Perubahan APBD 2026 Jember Fokus Layanan Dasar untuk Tekan Kemiskinan
Dari target nasional tersebut, sebanyak 300 ribu tenaga kerja ditargetkan berasal dari lulusan SMK dan 200 ribu lainnya berasal dari masyarakat umum.
Fauzi berharap kegiatan edukasi tersebut mampu membuka wawasan masyarakat Jember bahwa bekerja ke luar negeri dapat menjadi pilihan masa depan, selama dilakukan melalui prosedur yang benar dan dibekali kompetensi yang memadai.
Ia juga menekankan pentingnya membangun generasi muda Jember yang kompeten, percaya diri, berkarakter, dan siap bersaing secara global.
Selain kemampuan kerja, pemahaman mengenai perlindungan PMI juga menjadi bagian penting yang harus dikuasai calon pekerja sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.rdy
Editor : Redaksi