Mandi di Bawah Bendungan Bendo, Pelajar SMP di Ponorogo Tewas Tenggelam  

realita.co
Warga dan petugas saat melakukan proses evakuasi jasad Aditya dari dasar sungai. Foto: Zainul

PONOROGO – Kecelakaan air kembali terjadi di Ponorogo. Kali ini menimpa Aditya (13) pelajar kelas VII SMPN 3 Sambit. Warga Dukuh Ringin Surup,Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal itu ditemukan meninggal dunia di Sungai Kadung Glodakan, Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo atau tepatnya di aliran Bendungan Bendo, Senin (12/10/2026).


Aditya tenggelam saat mandi dan berenang bersama tiga temannya setelah sekitar 30 menit memancing ikan.

Baca juga: Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut Batu

Kapolsek Sawoo AKP Tutut Ariyanto membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan kecelakaan air sekitar pukul 16.00 WIB.

“Benar, kami menerima laporan kejadian laka air sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas piket Polsek Sawoo bersama Tim Inafis Polres Ponorogo langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan evakuasi,” ujar Tutut.

Tutut menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban dijemput seorang temannya sekitar pukul 15.00 WIB. Korban kemudian berangkat bersama tiga temannya menuju lokasi menggunakan dua sepeda motor.

Mereka tiba di Sungai Kedung Glodakan, tepatnya di kawasan Dam Bendungan, Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, sekitar pukul 15.30 WIB.

“Sesampainya di lokasi Kedung Glodakan sekitar pukul 15.30 WIB, korban dan teman-temannya mulai memancing. Namun, karena kondisi cuaca cukup panas dan kurang lebih 30 menit memancing tidak membuahkan hasil, mereka akhirnya memutuskan untuk mandi dan berenang di sungai,” ungkap Tutut.

Saat berenang, korban diduga tidak mengetahui kedalaman dan kondisi dasar sungai. Korban kemudian tenggelam setelah masuk ke dalam air dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Baca juga: Memancing, Remaja 14 Tahun di Ponorogo Tewas Tenggelam saat Menyeberangi Sungai 

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga bersama seorang petani bernama Sutrisno (40) berusaha mencari korban dengan menyelam ke dasar sungai. Korban akhirnya ditemukan, tetapi sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban berhasil ditemukan setelah diselami oleh warga di dasar sungai. Namun sayang, saat dievakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Tutut.

Petugas Polsek Sawoo bersama Unit Identifikasi Polres Ponorogo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan medis terhadap korban juga dilakukan oleh tim medis Puskesmas Bondrang.

Baca juga: Waduk Bendo Ponorogo Makan Korban, Pelajar SMK Tenggelam Saat Mandi

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.

“Hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban murni meninggal dunia akibat tenggelam. Pada tubuh korban keluar busa dari mulut dan hidung, serta tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas Tutut.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh ketua RT setempat, menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak diautopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak saat beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan sungai. Pasalnya, selama seminggu terakhir tercatat sudah 3 bocah meninggal di sungai.znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru