Operasi Gratis 12 Pasien Kelainan Bawaan di Jember, Anak-anak Diharapkan Punya Masa Depan Lebih Baik

realita.co
Ketua Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah.

JEMBER (Realita)- Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bakti sosial kesehatan berupa operasi gratis bagi 12 pasien dengan kelainan bawaan, di RSD dr. Soebandi, Sabtu (17/10/2026).

Program ini menyasar pasien dengan tiga jenis kelainan, yakni bibir sumbing dan celah langit-langit, kelainan alat genitalia, serta kelainan anggota gerak tangan dan kaki.

Baca juga: Setahun Lebih Bergulir, Pengadu Tagih Janji Kejari Jember soal Ekspos Kasus BPJS

Ketua Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Cinta Kesehatan yang dirancang untuk melengkapi layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC).

Menurut Ulfa, kepastian akses pembiayaan kesehatan melalui UHC perlu didukung program lain agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih menyeluruh, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus dan menghadapi keterbatasan akses.

“Esensi dari bakti sosial adalah untuk melengkapi layanan kesehatan, terutama untuk kasus-kasus yang penanganannya antre. Kedua, kasus-kasus ketika masyarakat kesulitan mengakses pelayanan karena faktor geografis, sosial ekonomi, dan budaya,” ujar Ulfa.

Dari hasil skrining, enam pasien dinyatakan memenuhi kriteria untuk menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit. Lima pasien berasal dari Kabupaten Jember, sedangkan satu pasien lainnya berasal dari Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, terdapat tiga pasien dengan kelainan bawaan pada alat genitalia yang seluruhnya berasal dari Jember. Tiga pasien lainnya mengalami kelainan pada anggota gerak atas maupun bawah dan turut mendapatkan penanganan melalui kegiatan tersebut.

Penanganan ini diharapkan dapat membantu pasien memperoleh kondisi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik. Bagi anak-anak dengan kelainan bawaan, tindakan medis juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi hambatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap bahwa dengan dilakukan bakti sosial ini mereka segera mendapatkan kehidupan yang normal layaknya orang-orang normal lainnya dan berharap anak-anak ini mendapatkan masa depan yang lebih baik,” kata Ulfa.

Baca juga: Tembus Jalur Ekstrem Jelbuk dengan Motor, Gus Fawait Temukan Lansia Hidup dalam Keterbatasan

Ulfa menjelaskan, bakti sosial kesehatan tersebut telah diluncurkan pada 17 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Nuris. Pada pelaksanaan awal, tim melakukan skrining bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kacamata, penanganan kelainan mata, serta pelayanan untuk berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Memasuki tahun kedua, pelaksanaan bakti sosial mengalami pengembangan melalui program Salam Cinta dari Jember. Program ini diarahkan untuk membantu pasien dari Jember maupun daerah sekitar yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan lanjutan.
Jember dinilai memiliki potensi sebagai pusat rujukan kesehatan di kawasan timur Jawa Timur, salah satunya karena ketersediaan tenaga medis dan dokter spesialis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSD dr. Soebandi.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bahwa Kabupaten Jember, khususnya saat ini Rumah Sakit Subandi, bisa memberikan layanan bagi kabupaten-kabupaten lain,” ungkap Ulfa.

Program Cinta Kesehatan juga mencakup dukungan tenaga kesehatan, layanan home care, dan kegiatan bakti sosial. Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah daerah berupaya menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan medis karena kondisi geografis maupun keterbatasan sosial ekonomi.

Ulfa menegaskan, penanganan kelainan bawaan tidak cukup hanya dilihat dari sisi medis. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kehidupan sosial pasien dan keluarganya, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan agar pasien memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.

Baca juga: Ekonomi Jember Melambat, Bondowoso Justru Tancap Gas di Kuartal II

Karena itu, tim ahli kesehatan bersama Dinas Kesehatan Jember terus melakukan pendataan terhadap pasien dengan kelainan bawaan yang membutuhkan penanganan. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi kasus-kasus yang belum tertangani dan menindaklanjutinya sesuai kebutuhan medis.

“Kami sebagai tim ahli kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan terus mengumpulkan data untuk segera menuntaskan kasus-kasus, khususnya kelainan bawaan ini, sehingga kami berharap anak-anak dengan kelainan bawaan ini segera bisa diterima masyarakat dan hidup secara normal,” tegas Ulfa.

Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial kesehatan tidak berhenti pada pelaksanaan kali ini. Program serupa direncanakan kembali digelar pada akhir Oktober 2026 di pondok pesantren milik Bupati Jember, dengan kegiatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Jangan khawatir, kegiatan ini masih berlanjut. Tetap semangat dan kita akan bertemu, insyaallah di akhir bulan ini kita akan berlanjut dengan bakti sosial di tempat Gus Bupati, di pondok pesantren beliau, dengan kegiatan yang lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat Jember,” pungkas Ulfa.jb

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru