Sungai di Sidoarjo Berubah Warna Jadi Biru, Aktivis Lingkungan Kecam Pemerintah

realita.co
Kondisi sungai di Kelurahan Juwet Kenongo.

SIDOARJO (Realita) - Air Sungai di Kelurahan Juwet Kenongo, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berubah warna menjadi biru. Diduga perubahan warna ini karena tercemar limbah pabrik kertas karton Cipta Pratama Sukses Makmur Box.

Hesty (25) warga sekitar mengatakan, kejadian air sungai berubah warna ini kerap kali membuat warga terganggu dengan bau tak sedap yang dimunculkan. Bahkan dalam sepekan terakhir kejadian serupa hampir dua kali terjadi dalam sehari.

Baca juga: Sungai di Keling Jumputrejo Sidoarjo, Kembali Dipenuhi Sampah

"Buangnya itu kadang satu hari dua kali. Sebelumnya warga juga beberapa kali protes ke pabrik yang buang limbah itu tapi gak digubris," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (16/12).

Dirinya dengan warga sekitar berharap adanya perhatian pemerintah dan dinas terkait untuk segera melakukan tindakan akan hal tersebut.

Baca juga: Tak Tanggung-Tanggung! Bupati Bogor Utus DLH di Situ Rawa Jejed yang Tercemari Limbah

"Ini kan warga sudah bingung ya karena sudah jadi masalah yang lama. Kami berharap ada perhatian lah dari Pemkab Sidoarjo. bau dan dampak yang ditimbulkan ini sangat mengganggu," tambahnya.

Sementara itu, Prigi Arisandi aktivis lingkungan sekaligus pendiri Ecological Observation and Wet Conservation (Ecoton) mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan pemerintah soal izin pembuangan limbah cair ke perairan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Akan Bongkar Bangunan untuk Normalisasi Sungai Kalianak Seusai Lebaran

"Fakta ini menunjukkan pemerintah tidak mampu kelola sungai, dan kontrol ketaatan industri, jangan membuat pabrik seenaknya buang limbah tanpa diolah," ucapnya.

Salah satu perangkat desa Kesambi kepada Realita.co mengatakan jika, sumber limbah dari salah satu pabrik di kelurahan Juwet Kenongo, akan tetapi aliran sungai mengalir ke desa Kesambi yang berdampak ke warga Kesambi. "Itu pabriknya dari Juwet, alirannya ke desa Kesambi" jelas perangkat desa.hk

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru