PONOROGO (Realita)- Mulai meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicorn di Indonesia saat ini, membuat Kabupaten Ponorogo mulai bersiap menghadapi ancaman varian baru covid-19 asal Afrika Selatan tersebut.
Hal ini terbukti dengan disiagakanya Pratoli Motor Penegak Protokol Kesehatan di Masyarakat ( Pamor Keris). Korps baru anti Covid-19 yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol-PP , Sat-Lantas Polres, Kodim 0802, dan BPBD Ponorogo bertugas mematroli dan mengontrol langsung penegakan Prokes di tengah masyarakat.
Baca juga: Yunus Mahatma Akui Beri THR Rp20 Juta Tiap Tahun kepada Sekda Ponorogo Agus Pramono
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan, kendati hingga kini Ponorogo belum ditemukan kasus varian Omicorn, namun keberadaan Pamor Keris merupakan upaya untuk meminimalisir hal tersebut. Tempat umum dan kerumunan masyarakat menjadi sasaran pasukan ini.
Baca juga: Yunus Mahatma Akui Terima Rp187 Juta, Sebut Uang untuk Diserahkan ke Heru Sangoko
" Mudah mudahan dengan adanya gerakan dari Pasukan Pamor Keris ini, kesadaran masyarakat makin baik lagi. Sehingga tidak muncul varian omicorn di Ponorogo," ujarnya usai menggelar apel pasukan Pamor Keris di depan Paseban Aloon-Aloon Ponorogo, Senin (24/01/2022).
Sugiri mengungkapkan, secara nasional angka konfirmasi kasus varian Omicorn naik, dimana saat ini telah ada 1.626 kasus. Omicorn sendiri memiliki tingkat penularan 5 kali lipat ketimbang varian -varian covid-19, namun tingkat kematian yang diakibatkan kecil ketimbang varian Delta.
Baca juga: Sidang Sugiri Ungkap Kaitan Pendanaan Pilkada dan Proyek RSUD, Nama Heru Sangoko Terseret
" Secara nasional memang naik, dan lebih gilanya lagi tingkat penularannya 5 kali lipat dari sebelumnya. Semoga ini lekas berakhir. Sehingga ekonomi segera bangkit lagi," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi