BEIJING- Perintah tes COVID-19 massal di distrik terbesar Beijing membuat penduduk di ibu kota China panic buying. Warga khawatir pemerintah akan memerintahkan lockdown ketat seperti di Shanghai.
Antrean dan penumpukan warga mulai terlihat di beberapa hari terakhir. Selain di supermarket, ditemukan juga banyak barang terjual habis di aplikasi pengiriman bahan makanan.
Baca juga: Kepala Intel Imigrasi Kotamobagu Sulut Kaget Ada 11 WNA asal China di Lokasi Tambang Ilegal Garini
Dikutip dari Reuters, otoritas di Chaoyang, rumah bagi 3,45 juta orang, memerintahkan mereka yang tinggal di sana untuk diuji tiga kali sehari karena virus Corona sudah menyebar di wilayah tersebut.
Seorang warga Chaoyang berusia 63 tahun bermarga Di membeli dua kantong sayuran, cukup untuk 8-10 hari, katanya, untuk berjaga-jaga jika terjadi lockdown.
Baca juga: Kanwil Kemenkumham Banten, Tingkatkan Pengawasan pada Orang Asing
"Shanghai adalah pelajaran," katanya, menambahkan bahwa dia tidak percaya Beijing akan mengalami nasib yang sama.
Di Shanghai, penduduk masih berada di bawah penguncian yang sudah berlangsung selama beberapa minggu. Warga disebut mulai kehabisan bahan makanan.
Baca juga: WNA China Sembelih dan Kuliti Buaya, BKSDA: Mereka Tak Tahu Itu Dilindungi
China juga saat ini sedang mengalami lonjakan kasus yang cukup tinggi. Di Shanghai, angka infeksi harian menembus 20 ribu kasus per harinya.bc
Editor : Redaksi