Presiden Brazil Tuding, Virus Corona Direkayasa untuk Perang Biologis

realita.co
Jair Bolsonaro.

BRASILIA - Presiden Brazil Jair Bolsonaro kembali membuat pernyataan kontroversial terkait dengan pandemi Covid-19 yang memicu kemarahan China.

Bolsonaro menyebut virus corona atau SARS-CoV-2 kemungkinan direkayasa di laboratorium untuk perang biologis.

Baca juga: Cegah Kasus Cikungunya dan DBD, Pemkot Surabaya Gandeng ITD Unair Hingga BBTKLPP

"Ini virus baru, Tidak ada yang tahu apakah itu lahir di laboratorium atau karena manusia memakan hewan yang seharusnya tidak mereka makan. Tapi militer tahu semua tentang perang kimia, biologi dan radiologi. Bisakah kita berperang baru? Aku penasaran. PDB negara mana yang tumbuh paling besar?" ujar Bolsonaro, seperti dikutip AFP, Jumat (7/5).

Namun berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret, sangat tidak mungkin virus corona diproduksi di laboratorium.

Sementara itu, Bolsonaro sendiri dikenal telah banyak mengecam para ahli kesehatan dan menolak berbagai pembatasan sosial, terutama lockdown, untuk menghentikan penyebaran virus.

Baca juga: Pemkot Surabaya Kuatkan Jejaring antar OPD Cegah Wabah Virus HMPV

Ia menyebut lockdown hanya akan menyalahi hak rakyat untuk datang dan pergi.

"Saya berharap kepada Tuhan saya tidak perlu mengeluarkan keputusan itu. Tetapi jika saya melakukannya, itu akan dilakukan dengan semua kekuatan yang dimiliki menteri saya. Dan tidak ada yang lebih berani menantangnya," ujarnya.

Baca juga: Surabaya Antisipasi Wabah HMPV Meski Belum Ada Laporan Kasus

Akibat penanganannya yang dinilai buruk, Bolsonaro menghadapi penyelidikan di Senat karena dianggap bertanggung jawab atas kematian 2.811 orang akibat Covid-19.

Sejauh ini, Brasil menempati posisi ketiga untuk negara paling terinfeksi di dunia. Brasil mencatat 14,6 juta kasus Covid-19, di bawah Amerika Serikat (AS) 32,3 juta dan India 18,8 juta.afp

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru