PONOROGO (Realita)- Aksi pemerasan yang dilakukan 3 kawanan oknum wartawan dan LSM bersama 3 rekannya yang kini masih buron, dengan korban seorang Gay berumur 48 di Kabupaten Ponorogo, rupanya bukan kali ini saja.
Sindikat pelaku pemerasan berkedok wartawan dan LSM ini tercatat sudah 4 kali beraksi. Dimana 3 aksinya dilakukan di wilayah Ponorogo, yakni di Kecamatan Mlarak dan Siman, sedangkan 1 aksinya dilakukan di Kabupaten Trenggalek.
Baca juga: Pernikahan Sejenis Terdaftar di KUA, Terbongkar Tukang Tata Rias
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyo Wibowo mengatakan, dalam aksinya 6 pelaku yang terdiri dari Alfian AS (25) warga Demak, Nuryadi (42), dan Sugeng (42) warga Semarang Jawa Tengah yang berhasil tertangkap, bersama W (52), H (28), I (19) yang kini masih buron memiki peran masing-masing. Dimana I sebagai umpan dan perayu target gay dalam aplikasi WALLA, Nuryadi sebagai bapak I, Alfian dan W serta H sebagai wartawan, dan Sugeng sebagai LSM.
"Jadi setelah mendapat target, pelaku I jadi umpan, usai disetubuhi 5 rekanya ini datang ada yang berpura-pura jadi bapak I, ada yang jadi wartawan dan LSM. Intinya menakuti-nakuti korban dengan imbalan uang," ujarnya, Rabu (08/06/2022).
Sementara itu, salah satu pelaku pemerasan Alfian mengaku, baru dua bulan magang di media Mitra Post Semarang. Dalam aksinya ia bertugas sebagai pengantar pesan dari W yang menjabat sebagai redaktur media tersebut.
Baca juga: Diduga Peras Kades, Caleg PKN Ponorogo Dipolisikan
" Saya memang wartawan, baru magang dua bulan di media ini," ujarnya.
Alfian mengaku alasanya menjadi wartawan untuk menakut-nakuti calon korbannya agar mau menyerahkan uang permintaanya. Tak hanya komunitas gay tagetnya, sejumlah proyek pemerintah juga didatangi untuk diperas.
Baca juga: Cabuli Anak Sesama Jenis, Kepala Dusun di Lamongan Dijebloskan Penjara
" Kadang-kadang proyek-proyek gitu kita foto kita laporkan. Karena biar takut dan mau kasih uang," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya. 3 oknum wartawan dan LSM asal Semarang Jawa Tengah ditangkap Polres Ponorogo, setelah kedapatan memeras seorang Gay asal Desa Tegalrejo Kecamatan Pulung, sebesar Rp 5 juta dari Rp 13 juta yang diminta. Dalam aksinya para kawanan ini menggunakan modus mengumpankan rekannya untuk bersetubuh dengan komunitas gay, melalui via aplikasi gay WALLA. znl
Editor : Redaksi