PONOROGO (Realita)- Usai 2022 penari Bujang Ganong feat tari Sufi, rekor dunia untuk Indonesia kembali dipecahkan Kabupaten Ponorogo usai sukses menggelar parade 312 grob Reog Obyog di Jalan Hos Cokro Aminoto, Rabu (10/08/2022).
Dalam aksi pemecahan rekor yang dicatat langsung oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) ini, ratusan penari Reog Obyog dan Jathil ini bergantian melakukan pertunjukan yang disaksikan ribuan warga.
Baca juga: Tak Indahkan Surat Edaran, Sejumlah Lapak PKL di Ponorogo Ditertibkan
Kepala Desa Gontor Kecamatan Mlarak, Agung Prihandoko mengatakan dalam pertunjukan Reog Obyok ini dari 15 Desa di Kecamatan Mlarak, masing-masing mengirim 1 grob Reog, dengan 1 Dadak Merak.
" Jadi kita konsep 3 grop untuk Kecamatan Jetis, dimana 1 grop terdiri dari 7 Jathil, 5 Bujang Ganong, 1 Grob gamelan, dan 5 Dadak Merak," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan MURI Sri Widayati mengaku, pagelaran Reog Obyog serentak 307 grob dan 312 dadak merak ini, memecahkan rekor dunia Indonesia dengan kategori pertunjukkan Reog Obyog terbanyak, dan tercatat di MURI dengan nomor rekor 10.469/R.MURI/VIII/2022.
" Kami mengesahkan dan mencatatkan di MURI pagelaran Reog Obyog 307 grob dan 212 dadak merak ini sebagai pertunjukan Reog Obyog terbanyak untuk rekor dunia Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Wujudkan Kota yang Nyaman, Pemkab Ajak PKL Ponorogo Mulai Terapkan Pola Lapak Bersih-Rapi
Pihaknya pun mengapresiasi upaya Pemkab Ponorogo dalam menguri-nguri kebudayaan yang terkenal hingga ke kancah dunia ini.
" Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dan samangat warga Ponorogo dalam menjaga kebudayaanya yang terkenal ini," ungkapnya.
Di tempat yang sama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, pagelaran serentak 312 Reog Obyog ini menjadi bukti bahwa transmisi kebudayaan di Ponorogo jalan, dimana kaderisasi kebudayaan ke generasi muda berlanjut dari tahun ke tahun.
Baca juga: Gaduh Penerima BLT Cukai Salah Sasaran, Dinsos-P3A : Kami Hanya Verifikasi Identitas dan Domisili
" Banyak anak kecil menari Bujang Ganong, jadi Jathil. Ini menunjukan transmisi kebudayaan itu jalan disini. Sehingga kedepan langgeng dan abadi," pungkasnya.adv/znl
Editor : Redaksi