SURABAYA (Realita)- Puluhan massa buruh melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai memadati Jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya, pada Selasa (06/09/2022), pukul 12.20 WIB.
Massa buruh dari berbagai daerah ini terlihat menuntut motor yang di kendarai untuk melakukan longmarch menuju Kantor Gubernur, Jalan pahlawan Surabaya.
Baca juga: Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026, Harga BBM Subsidi Tetap
"Sebagai bentuk protes atas kenaikan BBM, kawan-kawan buruh Jatim melakukan aksi mendorong motor dari Jalan Frontage Ahmad Yani menuju Kantor Gubernur," ujar Wakil Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nurudin Hidayat saat di lokasi.
Baca juga: Buruh di Depok Kembali Gelar Aksi, Perusahaan Sebut Tetap Terbuka untuk Negosiasi
Nurudin mengatakan, bahwa kenaikan BBM akan berdampak menggerus daya beli masyarakat. "Karena kenaikan BBM memicu inflasi yang sangat tajam antara 6 sampai 8,5 persen. Kondisi ini diperparah, upah buruh 3 tahun belakangan tidak mengalami kenaikan," terangnya.
Rencananya, aksi tolak kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan diikuti 1.000 massa buruh asal Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang dan Banyuwangi. Aksi demonstrasi ini akan dipusatkan di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Surabaya.
Baca juga: Kurun Waktu Dua Bulan BBM Naik Dua Kali
"Aksi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Di Jatim, kami pusatkan di gubernuran," tutup Nurudin.Sd
Editor : Redaksi