PONOROGO (Realita)- Hujan deras yang terjadi sejak Senin (17/10/2022) kemarin di wilayah Kecamatan Pudak, Sokoo, dan Sawoo, membuat sejumlah hulu sungai di wilayah Kabupaten Ponorogo meluap.
Alhasil sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo terendam banjir. Dari data sementara, banjir akibat luapan sungai Gendol membuat beberapa desa di Kecamatan Mlarak terendam banjir, bahkan jalur penghubung Kabupaten Ponorogo-Trenggalek yang berada di Desa Jabung Kecamatan Mlarak terpaksa ditutup untuk semua kendaraan, akibat ketinggian air di jalan mencapai 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa.
Baca juga: Awal Tahun 2026 Tiga Kecamatan di Ponorogo Diterjang Banjir, 30 Hektar Padi Gagal Panen
Kepala Desa Jabung Kecamatan Mlarak Budi Ratno mengatakan, air datang sekitar pukul 11.00 siang, banjir di jalan penghubung antar kabupaten ini akibat luberan Sungai Gendol.
" Banjir di Desa Jabung ini akibat luberan Sungai Gendol, banjir juga membuat jalan penghubung Ponorogo-Trenggalek ditutup," ujarnya, Selasa (18/10/2022).
Baca juga: Jembatan Roboh Diterjang Banjir, Ratusan Warga Satu Dusun di Ponorogo Terisolir
Sementara itu, Kapolsek Mlarak Iptu Rosyid Effendi mengatakan, luapan sungai Gendol ini membuat Desa Tegalsari, Mojorejo Di Kecamatan Jetis, Desa Ngrukem, Tugu, dan Desa Jabung Kecamatan Mlarak tergenang banjir. Ketinggian air bervariasi di sejumlah wilayah terdampak banjir itu. Namun hingga kini belum ada laporan rumah warga terendam banjir.
" Ketinggian air ada yang 30 hingga 50 centimeter. Melumpuhkan jalur lalu-lintas penghubung Ponorogo-Trenggalek di Desa Jabung. Sampai sekarang belum ada laporan ada rumah warga yang tergenang banjir," ungkapnya.
Baca juga: Atasi Banjir Kota, Pemkab Ponorogo Normalisasi Drainase Sungai Setelik
Hingga berita ini diturunkan banjir dan longsor masih terjadi di sejumlah wilayah Ponorogo.znl
Editor : Redaksi