156 Anak Indonesia Kena Gagal Ginjal Akut

realita.co
Ilustrasi anak sakit.

JAKARTA - Berdasarkan data himpunan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 17 Oktober 2022, pasien gangguan ginjal akut misterius di Indonesia sudah mencapai 156 anak. Puncaknya terjadi dua bulan belakangan yakni Agustus dan September.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso mengungkapkan bahwa kebanyakan pasien gangguan ginjal akut yang terjadi belakangan ini adalah balita dengan kategori usia 1-5 tahun.

Baca juga: Deteksi Dini Gangguan Ginjal dan Begini Cara Mencegahnya

Meskipun ada pula pasien dengan usia di atas 5 tahun. Namun mayoritas pasiennya masih kategori balita. Piprim menyebut, datanya pun masih bersifat dinamis dan bisa terus berubah-ubah.

"Data yang sementara terkumpul (dari IDAI cabang) ada 180-an. Ini terus dinamis, terus berubah, terus masuk datanya dari 20 provinsi dengan kelompok yang paling banyak itu 1-5 tahun," kata Piprim dalam siaran langsung bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa (18/10/2022).

Baca juga: Kenali Gejala Gagal Ginjal yang Berujung Cuci Darah

Sedangkan dalam hal jenis kelamin, Piprim tidak melihat ada perbedaan atau jenis kelamin yang unggul. Baik pria maupun wanita nampaknya memiliki kuantitas kasus yang seimbang.

Piprim menjelaskan, angka kejadian gangguan ginjal pada anak sebelumnya tidaklah banyak jika dihitung berdasarkan populasi, hanya sekitar 0,9 hingga 1 persen. Lantaran biasanya gangguan ginjal lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Baca juga: Efek Samping Cuci Darah: Pusing, Kram hinggal Mual Muntah

Serta, gangguan ginjal akut pada anak yang terjadi belakangan diketahui berlangsung dengan waktu yang cepat. Hanya dalam hitungan hari kondisi anak bisa tiba-tiba menurun.tan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru