NEW YORK - Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan puluhan bayi terinfeksi virus langka dan mematikan. Kejadian ini terjadi di wilayah Eropa dan Amerika.
WHO mengonfirmasi bahwa setidaknya 26 bayi di Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris telah terinfeksi jenis enterovirus langka, yang disebut echovirus-11.
Baca juga: Cegah Kasus Cikungunya dan DBD, Pemkot Surabaya Gandeng ITD Unair Hingga BBTKLPP
Delapan dari bayi tersebut meninggal, dengan sebagian besar kematian dilaporkan di Prancis setelah kegagalan organ dan sepsis.
"Kasus ini dianggap tidak biasa karena kerusakan yang sangat cepat dan tingkat kematian terkait kasus di antara bayi yang terkena dampak," tulis juru bicara WHO dalam keterangan tertulis dikutip dari NBCNews, Sabtu (8/7/2023).
Baca juga: Pemkot Surabaya Kuatkan Jejaring antar OPD Cegah Wabah Virus HMPV
Enterovirus dapat sangat memengaruhi bayi baru lahir, yang sistem kekebalannya belum cukup matang untuk melawan infeksi. Penyakit ini dapat disebarkan melalui kotoran atau dengan menghirup droplet pernapasan, dan biasanya hidup di sistem pencernaan.
Pejabat kesehatan di Inggris sebelumnya melaporkan peningkatan serupa yang tidak biasa pada miokarditis parah, atau radang jantung, di antara 10 bayi yang memiliki enterovirus lain yang disebut coxsackievirus. Setidaknya satu meninggal.
Baca juga: Surabaya Antisipasi Wabah HMPV Meski Belum Ada Laporan Kasus
"Kebanyakan enterovirus menyebabkan penyakit yang sangat ringan pada anak-anak yang mereka infeksi. Tetapi dalam proporsi kecil, kami melihat penyakit bencana yang jauh lebih signifikan," beber Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO.ik
Editor : Redaksi