MALANG (Realita) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menyalakan sambung baru listrik program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (18/11/2023).
Program yang diinisasi oleh Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menyasar masyarakat tidak mampu dengan bantuan pasang baru listrik daya 900 VA.
Baca juga: CEO Climate Talks: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75% Energi Terbarukan hingga Tahun 2040
Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wiwid Muljadi mengatakan, syarat penerima BPBL sama seperti tahun sebelumnya, yakni terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan masyarakat 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) serta atau tervalidasi oleh kepala desa/lurah atau pejabat setara dan sudah ada jaringan listrik di depan rumah.
Baca juga: PLN Cegah Penyebab Gangguan Penyaluran Listrik Jelang Pesta Demokrasi
Ia menambahkan, melalui program ini pemerintah berharap seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah dapat merasakan akses listrik secara merata.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Distribusi PT PLN Adi Priyanto mengatakan, program ini turut berkontribusi menambah rasio elektrifikasi di Jawa Timur yang saat ini mencapai 99,99%. Diantaranya nanti akan dinyalakan secara bertahap 20.250 sambungan untuk rumah tangga tidak mampu di Jawa Timur, dan 1.673 diantaranya di Kabupaten Malang.
Baca juga: Sukses Energize Rekonduktoring SUTT 150 KV, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Jelang Pilkada
Anggota Komisi VII DPR RI, H.M Ridwan Hisjam yang turut mendorong terlaksananya program ini berharap dengan bantuan pasang baru listrik masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas. "Program ini akan terus kami kawal hingga seluruh masyarakat tidak mampu di 3T mendapat akses listrik secara merata," pungkasnya. gan
Editor : Redaksi