PONOROGO (Realita)- Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terus merealisasikan janji kampanyenya dalam Nawa Darma Nyata, salah satunya Pertanian Hebat.
Hal ini terbukti, sejak tahun 2020 lalu Bupati Giri terus mengglontorkan program sumur dalam di seluruh lahan pertanian di Ponorogo, untuk mendongkrak produktifitas petani. Diantaranya di Kecamatan Babadan, Balong, Jetis dan Sawoo.
Baca juga: Sempat Jadi Temuan KPK, Pokir DPRD Ponorogo Dihilangkan Tahun Ini
Dari data di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, tahun 2023 ini sedikitnya ada 27 titik sumur dalam yang dibangun Bupati Giri, dengan total anggaran mencapai Rp 3,3 miliar.
Baca juga: Tak Indahkan Surat Edaran, Sejumlah Lapak PKL di Ponorogo Ditertibkan
" Tahun ini ada 27 titik sumur dalam di semua lahan pertanian yang ada di Ponorogo. Masing-masing senilai Rp 125 juta an," ujar Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Tamar Mahara, Senin (27/11/2023).
Tamar mengaku, awalnya direncanakan sedikitnya 55 titik pembangunan sumur dalam tahun ini, namun akibat adanya refocusing anggaran di Dispertahankan, sehingga hanya mampu terealisasi 27 titik saja.
Baca juga: Wujudkan Kota yang Nyaman, Pemkab Ajak PKL Ponorogo Mulai Terapkan Pola Lapak Bersih-Rapi
" Progresnya sudah 90 persen. Bahkan, untuk Desa Pohijo Kecamatan Sampung, awal bulan November lalu sudah selesai 100 persen," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi