Makan Nasi Tak Terbukti Bikin Gemuk

realita.co
Jangan takut makan nasi! Foto: istimewa

SURABAYA-  Nasi mengandung karbohidrat yang digadang-gadang bisa membuat diet gagal, benarkah? 

Umumnya orang-orang yang menjalankan program diet memilih tidak lagi makan nasi. Alasannya, nasi mengandung karbohidrat yang bisa menaikkan berat badan. 

Baca juga: PT Akhsa Energi Indonesia, Gerakan Sosial Berbagi Nasi Bungkus

Melansir dari Health Shots, Miten Kakaiya, pelatih olahraga mengatakan nasi tidak berhubungan langsung dengan kenaikan berat bada. 

"Nasi tidak membuat Anda menjadi gemuk." katanya. 

Mengutip dari NDTV, Rujata Diwekar, ahli gizi juga menegaskan nasi tidak akan membuat berat badan naik, sehingga tidak perlu dihindari saat menjalankan program diet. 

" Nasi merupakan biji-bijian yang paling mudah dicerna," katanya. 

Baca juga: Sering Ngantuk saat Puasa, Bukan Nasi Penyebabnya

Lantas apa yang membuat berat badan naik atau diet gagal? 

Makan berlebihan lah jawabannya. Faktanya, makanan semua jenis makanan dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. 

Namun, makan semua jenis makanan dengan porse terukur atau sedang bisa mendukunng penurunan berat badan. 

Baca juga: Polsek Jatisampurna Berbagi pada Warga yang Terdampak Covid

Hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism melaporkan bahwa menciptakan defisit kalori dapat membantu menurunkan berat badan.

Seseorang bisa menciptakan defisit kalori dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori setiap hari atau minggu daripada yang mereka butuhkan untuk mempertahankan berat badannya saat ini. 

Pengurangan kalori ini pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan berat badan.tan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru